Teks Khutbah Idul Fitri 1429 H

JANJI ITU TELAH TIBA

Oleh : Tengku Azhar, Lc.

(Mahasiswa Pascasarjana International Class Al-Fiqhul Islami wa Ushuluhu-UMS)

Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri 1429 H di Halaman Kantor PLN Daerah Kota Surakarta

إنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِاللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

(( يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ))

(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ))

(( يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ))

أَمَّا بَعْدُ….فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كَتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٌ ضَلاَلَةٌ

Maasyiral muslimin rahimakumullah

Di pagi hari yang cerah dan penuh barokah ini, kita wajib bersyukur sebesar-besarnya ke hadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya kita dapat menunaikan kewajiban shiyam Ramadhan, lalu menyempurnakannya dengan shalat Idul Fitri dalam suasana ceria dan gembira. Nikmat yang telah kita terima ini adalah nikmat yang tiada duanya, barang siapa yang mensyukurinya, maka Allah SWT berjanji akan menambah nikmat tersebut, baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk berkah, dan siapa yang mengingkarinya, maka ia berada di bawah ancaman Sang Maha Perkasa. Sebagaimana firman-Nya :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan(ingatlah) ketika Tuhan kalian mengumumkan: jikalau kalian bersyukur, niscaya Ku tambah (nikmat-Ku), namun jikalau kalian ingkar (terhadap nikmat,) ketahuilah bahwa adzab-Ku adalah adzab yang amat pedih.”[1]

Oleh sebab itu, pada pagi hari yang mulia ini, kita memohon dan berharap kepada Allah SWT empat hal :

Pertama, semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita dan memaafkan kesalahan-kesalahan kita. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ مَا تَقَدَّمَ بِذَنْبِهِ

“Barangsiapa puasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah SWT, niscaya diampuni segala dosanya yang telah lalu.”[2]

Dan amat rugi orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan, namun dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa malaikat Jibril As pernah datang kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Wahai Muhammad, barangsiapa yang berjumpa dengan bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosa-dosanya, maka akan dijauhkan oleh Allah SWT (dari rahmat-Nya(.” Maka Rasulullah SAW mengaminkan doa tersebut.[3]

Kedua, kita berharap kepada Allah SWT kiranya Dia menerima amal ibadah shiyam kita satu bulan yang lalu.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah `Azza wa Jalla berfirman:

الصَّوْمُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ وَلَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Puasa adalah milik-Ku, dan Akulah yang akan memberikan ganjarannya. Tatkala puasa seorang hamba meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena-Ku. Puasa adalah perisai(dari perbuatan maksiat). Dan bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan; kebahagiaan di saat berbuka dan kebahagiaan di saat bersua dengan Robbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah SWT daripada kasturi.” [4]

Ketiga, kita berharap kepada Allah SWT agar kiranya Dia mengkaruniakan kepada kita kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan pada tahun-tahun mendatang. Karena Ramadhan adalah kesempatan emas bagi seorang mukmin untuk mempersiapkan dirinya sebagai insan yang bertaqwa.

Keempat, kita berharap kepada Allah SWT, kiranya Allah SWT menjadikan kita semua tergolong dari golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa, serta mengilhamkan kepada kita istiqamah dan konsisten dalam bertaqwa selama kita berada di dunia. Amiin.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Imam Muslim dalam Kitab Shahihnya telah meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah SAW :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ أَبَانَ كُلُّهُمْ عَنْ حُسَيْنٍ – قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِىٍّ الْجُعْفِىُّ – عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ يَحْيَى عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ أَبِى بُرْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ صَلَّيْنَا الْمَغْرِبَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قُلْنَا لَوْ جَلَسْنَا حَتَّى نُصَلِّىَ مَعَهُ الْعِشَاءَ – قَالَ – فَجَلَسْنَا فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقَالَ « مَا زِلْتُمْ هَا هُنَا ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّيْنَا مَعَكَ الْمَغْرِبَ ثُمَّ قُلْنَا نَجْلِسُ حَتَّى نُصَلِّىَ مَعَكَ الْعِشَاءَ قَالَ « أَحْسَنْتُمْ أَوْ أَصَبْتُمْ ». قَالَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ وَكَانَ كَثِيرًا مِمَّا يَرْفَعُ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ « النُّجُومُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ فَإِذَا ذَهَبَتِ النُّجُومُ أَتَى السَّمَاءَ مَا تُوعَدُ وَأَنَا أَمَنَةٌ لأَصْحَابِى فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِى مَا يُوعَدُونَ وَأَصْحَابِى أَمَنَةٌ لأُمَّتِى فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِى أَتَى أُمَّتِى مَا يُوعَدُونَ ».

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah, Ishaq bin Ibrahim, dan Abdullah bin Umar bin Aban, yang kesemuanya (mendapatkan khabar tersebut berasal) dari Husain. Abu Bakr bin Abi Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Husain bin Ali Al-Ju’fi, dari Mujamma’ bin Yahya dari Sa’id bin Abi Burdah dari ayahnya ia berkata : Kami pernah melaksanakan shalat Maghrib bersama Rasulullah SAW, setelah selesai kami mengatakan, alangkah baiknya kita berdiam di sini (di dalam masjid) hingga kita melaksanakan shalat Isya bersama Rasulullah SAW. Lalu kamipun berdiam (duduk-duduk) di masjid, tidak lama kemudian Rasulullah SAW keluar menemui kami seraya berkata, “Kalian masih berdiam di masjid?” Kamipun menjawab, “Wahai Rasulullah kami telah melaksanakan shalat Maghrib bersamamu, maka kami mengatakan alangkah baiknya kami berdiam di masjid hingga kami melaksanakan shalat Isya bersamamu.” Maka beliau bersabda, “Benar apa yang telah kalian lakukan.” Abu Bakr bin Abi Syaibah melanjutkan, “Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit, dan beliau SAW adalah orang yang paling sering mengangkat kepalanya ke langit. Lalu beliau SAW bersabda, “Bebintangan adalah penjaganya langit, apabila bebintangan telah tiada maka akan datang kepada langit apa yang telah dijanjikan untuknya. Aku adalah penjaga bagi para shahabat-shahabatku, apabila aku telah tiada maka akan datang kepada para shahabatku apa yang telah dijanjikan untuk mereka. Para shahabatku adalah penjaga bagi umatku, apabila mereka telah tiada maka akan datang kepada umatku apa yang telah dijanjikan untuk mereka.” (HR. Muslim, Bab : Rasulullah adalah penjaga shahabatnya, dan para shahabat adalah penjaga umatnya, no. 6629).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama menjelaskan, selagi bebintangan masih bertaburan di langit maka hari kiamat belum akan terjadi, apabila bebintangan telah sirna maka lagit akan hancur dan kiamat akan terjadi. Selagi masih ada Rasulullah SAW di tengah-tengah para shahabat, maka tidak akan bermunculan berbagai fitnah dan perselisihan di tengah-tengah mereka, dan tidak akan terjadi pemurtadan orang-orang Arab yang sebelumnya beriman kepadanya. Apabila Rasulullah telah tiada maka semua itu akan terjadi. Selagi para shahabat masih ada di tengah-tengah kaum muslimin maka tidak akan muncul berbagaimacam bid’ah, fitnah, orang-orang kafir tidak akan menguasai kaum muslimin dan menjajah mereka, dan Madinah dan Makkah tidak akan terhinakan. Apabila para shahabat telah tiada maka semua itu akan terjadi.”

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Pada hari ini Rasulullah SAW telah tiada, para shahabat juga telah tiada di tengah-tengah kaum muslimin, lantas tidakkah beriman kepada apa yang telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW di atas? Tidakkah kita lihat berbagaimacam fitnah muncul bak jamur yang baru disiram oleh hujan, berbagaimacam bid’ah menghiasi relung-relung kehidupan kaum muslimin, berbagaimacam kemaksiatan telah dijadikan budaya yang tidak bisa lepas dari kehidupan mereka, dan perpecahan serta pertikaian telah menjadi sesuatu yang tidak asing lagi bagi kaum muslimin, kaum muslimin telah menjadi pion-pion yang dimainkan oleh kekuatan musuh untuk saling memakan sendiri. Tidakkah kita sadar? Tidakkah kita mengingat sabda Rasulullah SAW :

Aku meminta kepada Rabbku tiga perkara, maka Dia memperkenankan dua di antaranya dan tidak mengabulkan satu permintaan yang lain. Aku memohon kepada Allah agar umatku tidak dikalahkan oleh musuh-musuh mereka, maka Dia mengabulkannya. Aku memohon kepada Allah agar umatku tidak dibinasakan dengan kekurangan pangan (paceklik) maka Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepada Allah agar umatku tidak berpecah belah, dan agar sebagiannya tidak merasakan keganasan sebagian yang lain, maka Dia tidak mengabulkannya.” (HR. Ibnu Mardawaiyh).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada kita berbagaimacam fitnah dan petaka yang akan terjadi di akhir zaman, dan beliau SAW juga telah menerangkan kepada kita jalan keluar yang bisa menyelamatkan kita dari berbagaimacam fitnah dan petaka tersebut. Namun kebanyakan kaum muslimin melupakan berbagai fitnah dan petaka yang akan terjadi pada akhir zaman sekaligus melupakan jalan keselamatan darinya.

Shahabat Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda :

اقتربت الساعة ولا يزداد الناس على الدنيا إلا حرصا ولا يزدادون من الله إلا بعدا

“Kiamat semakin dekat, namun manusia justru semakin bertambah dekat (rakus) terhadap dunia, dan semakin bertambah jauh dari Allah Ta’ala.” (HR. Al-Hakim, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah, no. 1510).

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

Di antara jalan selamat dari berbagai fitnah yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW yang mesti dilaksanakan secara konsekuen oleh umat Islam adalah sebagai berikut :

1. Senantiasa menjaga ketakwaan kepada Allah Ta’ala, mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan sunnah Khulafaaurrasyidin RA, serta menjaudi segala bid’ah.

Rasulullah SAW bersabda :

عَنِ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمًا بَعْدَ صَلاَةِ الْغَدَاةِ مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ رَجُلٌ إِنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ يَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّهَا ضَلاَلَةٌ فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَعَلَيْهِ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Dari shahabat Irbadh bin Sariyah ia berkata, “Rasulullah SAW memberi nasihat kepada kami dengan sebuah nasihat yang sangat mendalam, hati-hati kami bergetar, dan air mata kami bercucuran karenanya. Kami bertanya wahai Rasulullah SAW sepertinya nasihat ini adalah nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala, mendengar dan taat kepada pemimpin Islam sekalipun ia seorang budah Habsyi. Sesungguhnya orang yang hidup di antara kalian setelahku nanti pasti akan melihat banyak perselisihan. Oleh karena itu hendaklah kalian senantiasa berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin al-mahdiyyin (para khalifah penggantiku yang lurus lagi mendapat petunjuk). Gigitlah sunnahku dan sunnah khulafaurrasyidin al-mahdiyyin dengan gigi-gigi geraham kalian, dan jauhilah oleh kalian dari hal-hal yang diadakan (bid’ah). Karena susungguhnya setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. At-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah, no. 937).

2. Segera bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa dan maksiat, sebelum pintu taubat ditutup.

Rasulullah SAW bersabda :

إن الله يقبل توبة العبد مالم يغرغر

“Sesungguhnya Allah SWT masih menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai di tenggorokan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3537, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir, no. 1903).

Beliau SAW juga bersabda :

لاَ تَنْقَطِعُ الْهِجْرَةُ حَتَّى تَنْقَطِعَ التَّوْبَةُ وَلاَ تَنْقَطِعُ التَّوْبَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

“Hijrah tidak akan terputus hingga taubat terputus, dan taubat tidak akan terputus sampai terbitnya matahari dari arah tenggelamnya.” (HR. Abu Dawud, no. 2481, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir, no. 7469).

3. Besegera beramal shalih dengan istiqamah

Rasulullah SAW bersabda :

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah beramal sebelum datangnya berbagai fitnah seperti bagian malam yang gelap gulita. Seseorang berada di waktu pagi sebagai seorang mukmin, namun sore harinya sudah kafir. Dan seseorang berada di waktu sore dalam keadaan mukmin namun di pagi hari esoknya telah kafir. Dia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dunia.” (HR. Muslim, no. 328).

4. Zuhud dan tidak panjang angan-angan

Dari Ibnu Umar RA ia berkata :

أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بِمَنْكِبِى فَقَالَ :كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ » . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

“Rasulullah SAW memegang pundakku dan bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang mengadakan perjalanan.’ Ibnu Umar juga berkata, ‘Jika kamu berada di waktu sore, janganlah kamu menunggu waktu pagi. Dan jika kamu berada di waktu pagi, janganlah kamu menunggu waktu pagi’. Jadikan masa sehatmu (untuk bekal) masa sakitmu, dan waktu hidupmu (untuk bekal) kematianmu.” (HR. Al-Bukhari, no. 6517).

5. Sesungguhnya salah satu di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat adalah dicabutnya ilmu-ilmu syar’i dengan meninggalnya para ulama. Untuk itu, umat Islam wajib mempelajari kembali ilmu-ilmu syar’i yang selama ini dilupakan oleh kebanyakan kaum muslimin. Itulah jalan selamat di tengah kebodohan umat Islam terhadap ajaran mereka.

Anas bin Malik RA berkata :

لأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لاَ يُحَدِّثُكُمْ أَحَدٌ بَعْدِى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا ، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ ، حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

“Saya akan menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang tidak akan ada orang lain yang menceritakannya kepada kalian setelah aku nanti meninggal. Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Di antara tanda kiamat adalah sedikitnya ilmu syar’i, merajalelanya kebodohan, merajalelanya perzinahan, jumlah perempuan banyak sementara jumlah laki-laki sedikit, sehingga lima puluh wanita ditanggung oleh seorang laki-laki (suami)’.” (HR. Al-Bukhari, no. 81).

6. Hendaknya umat Islam bergabung dalam barisan kaum muslimin dalam menghadapi kekuatan dan persekutuan orang-orang kafir.

Allah SWT berfirman :

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Dan orang-orang kafir sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain, jika kalian tidak melakukan hal serupa (sebagaimana yang mereka lakukan) maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan kerusakan yang sangat besar.” (QS. Al-Anfal : 73).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini berkata :

إن لم تجانبوا المشركين وتوالوا المؤمنين، وإلا وقعت الفتنة في الناس، وهو التباس الأمر، واختلاط المؤمن بالكافر، فيقع بين الناس فساد منتشر طويل عريض

“Jika kalian wahai kaum muslimin tidak bara’ kepada orang-orang musyrik (kafir) dan berwala’ kepada kaum muslimin, niscaya akan timbul fitnah di tengah-tengah kaum muslimin, yakni : urusan kaum muslimin menjadi tidak jelas (siapa yang mengaturnya), kaum muslimin hidup bercampur baur dengan orang-orang kafir (sehingga menyebabkan tasyabbuh yang tercela), sehingga muncullah kerusakan di mana-mana dan kehinaan yang berkepanjangan.” (Tafsir Ibnu Katsir : 4/98).

7. Ketika terjadi perselisihan dan perbedaan sesama kaum muslimin, hendaknya umat Islam berhati-hati. Bila perselisihan itu karena perbedaan akidah maka kaum muslimin harus mengikuti akidah yang benar, akidah ahlussunnah waljamaah sebagaimana yang dipahami oleh salafush shalih. Dan jika perbedaan itu karena masalah ijtihadiyyah maka hendaknya mereka berpegang kepada dalil yang mereka yakini lebih kuat dan shahih dengan tetap menghormati pendapat kaum muslimin lainnya yang berseberangan dengannya.

8. Meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.

Rasulullah SAW bersabda :

في هذه الأمة خسف ومسخ وقذف فقال رجل من المسلمين يا رسول الله ومتى ذاك ؟ قال إذا ظهرت القينات والمعارف وشربت الخمور

“Pada umat Islam ini akan terjadi khasfun (penenggelaman ke dalam bumi), maskhun (pengubahan bentuk/wajah), dan qadzfun (pelemparan dengan batu dari langit). Seorang shahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kapan itu terjadi?’ Beliau SAW bersabda, ‘Jika sudah merajalelanya para biduanita, alat-alat musik, dan minuman keras telah dikonsumsi.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2212, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir, no. 2203).

Beliau SAW juga bersabda :

يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِى أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا. وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَؤُنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ. وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِى أَيْدِيهِمْ. وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ

“Wahai kaum muhajirin, ada lima hal yang akan dijadikan ujian kepada kalian dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak mendapati kelima masa ujian tersebut ;

  1. Tidaklah suatu perbuatan keji (perzinahan) merajalela pada sebuah kaum sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan, kecuali di antara mereka akan terjangkit penyakit thaun (lepra) dan kelaparan yang belum pernah sekalipun melanda orang-orang sebelum mereka.
  2. Tidaklah mereka mengurang takaran dan timbangan kecuali mereka akan dilanda paceklik, sulitnya penghidupan, dan kezhaliman penguasa.
  3. Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka, kecuali mereka pasti tidak akan dikaruniai air hujan. Sekiranya bukan karena hewan ternak, niscaya mereka tidak akan pernah mendapatkan air hujan.
  4. Tidaklah mereka membatalkan perjanjian mereka dengan Allah dan Rasulullah, kecuali mereka akan dijajah oleh bangsa lain yang merampas sebagian kekayaan mereka.
  5. Tidaklah para pemimpin mereka meninggalkan berhukum dengan kitabullah, atau memilih-memilih hukum Allah Ta’al sesuai hawa nafsu mereka, kecuali Allah akan menjadikan perang saudara di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah, no. 4155, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir, no. 106).

9. Menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekufuran, baik bentuk kesyirikan ala masyarakat primitif seperti menyembah berhala, menyembah jin, perdukunan dan sihir, maupun kesyirikan ala masyarakat modern seperti menganut dan mengikuti berbagai isme kufur, semisal nasionalisme, sekularisme, liberalisme, kapitalisme, demokrasi, sosialisme, pluralisme, dan berbagai bentuk kesyirikan modern lainnya.

Rasulullah SAW bersabda :

وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى الأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى كَذَّابُونَ ثَلاَثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِىٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لاَ نَبِىَّ بَعْدِى وَلاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى عَلَى الْحَقِّ

“Dan tidak akan terjadi hari hari kiamat hingga beberapa suku (kabilah) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik, dan hingga beberapa suku (kabilah) dari umatku kembali menyembah berhala. Dan ketahuilah kelak akan muncul dari kalangan umatku 30 orang pendusta, setiap dari mereka mengaku bahwa dirinya adalah seorang Nabi, dan aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi lagi yang diutus setelahku. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berdiri tegak di atas al-hak (hingga hari kiamat).” (HR. Abu Dawud, no. 4254, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ Ash-Shaghir, no. 1773 dan 7418).

Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa menjaga kita dan menyelamatkan kita berbagai fitnah yang pasti akan terjadi, bahkan sebagian fitnah itu pada hari ini telah terjadi dan telah berada di hadapan kita.

Pada penutupan khutbah ied ini, saya menghimbau segenap kaum muslimin agar sudi untuk perhatian dengan urusan dien dan syari’at secara menyeluruh dan bukan hanya secuil-cuil saja, agar kita mempunyai udzur dihadapan Allah bahwa kita telah berupaya untuk menjalankan tujuan keberadaan kita didunia, yaitu beribadah kepada-Nya secara murni dan kaaffah. Semoga Allah berkenan menggolongkan kita dari golongan orang yang mau menerima nasehat dan pandai memilih darinya perkara terbaik. Amiin.

لا إله إلا الله الحليم الكريم . لا إله إلا الله العلي العظيم. لا إله إلا الله رب السماوات السبع ورب العرش الكريم.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحيآء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات فيا قاضي الحاجات

اللهم إنا نعوذ بك أن نشرك بك ونحن نعلم ، ونستغفرك لما لا نعلم (ثلاث مرات).

اللهم ربنا اغفر لنا خطايانا وجهلنا وإسرافنا في أمرنا، وما أنت أعلم به منا، اللهم اغفر لنا جدنا وهزلنا، وخطأنا وعمدنا، وكل ذلك عندنا، اللهم اغفر لنا ما قدمنا، وما أخرنا، وما أسررنا، وما أعلنا، وما أنت أعلم به منا، أنت المقدم وأنت المؤخر وأنت على كل شيء قدير.

اللهم أعنا على شكرك، وذكرك ، وحسن عبادتك. اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنا (ثلاثا)

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

ربنا أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه ربنا عليك توكلنا وإليك أنبنا وإليك المصير

ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

ربنا إننا سمعنا مناديا ينادي للإيمان أن آمنوا بربكم فآمنا، ربنا فاغفر لنا ذنوبنا وكفر عنا سيآتنا وتوفنا مع الأبرار

اللهم أبرم لهذا الأمة أمر رشد يعزّ فيه أهل الطاعة ويذل فيه أهل المعصية ويؤمر فيه بالمعروف وينهى فيه عن المنكر.

اللهم انصر إخواننا المجاهدين والدعاة المخلصين من شر كيد أعدآئنا أجمعين، واجعلنا منهم ياكريم ياحليم، اللهم سدد رأيهم ورميهم واجمع كلماتهم على الحق والهدى، وعجل لمأسوريهم ومبتلاهم ومكروبيهم بالتفريج ياأرحم الراحمين

اللهم آت نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكاها أنت مليكها ومولاها

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين…


[1] QS. Ibrahim: 7.

[2] HR. Al-Bukhari, no. 1901.

[3] Shahih At-Targhib wat Tarhib, no. 996.

[4] HR. Al-Bukhari, no. 6938.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s