Kafe Remaja Islam

Entries categorized as ‘JIHAD FIE SABILILLAH’

Kerinduanku Kepada Al-Qur’an…!

30 November, 2009 · & Komentar

Aku Rindu Membaca Al-Qur’an
Berkata Abu Umamah Al-Bahily, “Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat kelak sebagai syafa’at bagi para pembacanya, bacalah Az-Zahrawain (Surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran), karena sesungguhnya dua surat ini akan datang pada hari kiamat dalam bentuk seolah-olah dua awan yang menaungi atau seperti dua gerombolan burung-burung yang mengepakkan sayapnya di udara yang akan melindungi pembacanya, bacalah surat Al-Baqarah, karena mengambilnya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan para ahli sihir tidak akan mendapatkannya.” (HR. Muslim: II/197, no. 1910).
Dalam Sunan Ad-Darimi disebutkan:
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menemui pembacanya pada hari kiamat ketika kubur memisahkan diri darinya seperti seorang laki-laki yang pucat seraya berkata kepadanya, “Apakah engkau mengenali diriku?” Maka dia menjawab, “Saya tidak mengenalimu.” Lalu ia berkata, “Saya adalah Al-Qur’an, temanmu yang menjadikan haus pada waktu tengah hari yang sangat panas, dan akulah yang menjadikanmu begadang pada waktu malam hari, dan sesungguhnya setiap pedagang itu berada di belakang perniagaannya, dan sesungguhnya pada hari ini engkau di belakang setiap perdagangan. Maka ia diberi kekuasaan /kerajaan dari sisi kanan dan kekekalan/jannah dari sisi kiri. Kemudian diletakkan di atas kepalanya makhota kewibawaan/kehormatan, dan kedua orang tuanya dipakaikan sebuah pakaian yang tidak tertandingi nilainya oleh dunia, lalu kedua orang tuanya berkata, “Amalan apa yang menjadikan kami diberi pakaian ini?”, kemudian dikatakan kepada mereka berdua, “Karena amalan anak Anda yang mempelajari/membaca/ menghafal Al-Qur’an.” Kemudian dikatakan kepadanya, “Bacalah dan naiklah ke tangga jannah dan kamar-kamarnya, maka dia akan terus naik selama dia membaca dengan cepat atau dengan tartil.” (HR. Ad-Darimi dalam Kitab Sunannya, I/329, no. 3454).
Tidakkah kita merindukannya? Tidakkah Anda merindukannya wahai orang-orang yang beriman? (lagi…)

Kategori: Belajar Seks Yuks · DUNIA ISLAM · Dunia Terkini · FIQH DAKWAH · INFO ISLAM · JIHAD FIE SABILILLAH · KELUARGA ISLAM · MAKALAH ISLAM · RESENSI BUKU · Seputar Remaja · TANYA-JAWAB ISLAM
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,

Apa yang Telah Kita Persembahkan untuk Allah, Rasul-Nya, dan Agama-Nya?

30 November, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Allah Subhanahu wa Ta’al berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan’.”
Tafsir Ayat
Imam Al-Mujahid berkata: “Ayat ini merupakan janji Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada orang-orang yang menyelisihi perintah-Nya bahwa amalan-amalan mereka akan diperlihatkan kepada Allah, Rasul, dan orang-orang beriman. Ini pasti akan terjadi, dan tidak mustahil pada hari kiamat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَة
“Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haaqqah: 18)

Memahami Amal Islami
Seluruh teori kesuksesan yang ditulis dan dikembangkan masyarakat modern bermuara pada satu kata, yaitu amal atau kerja. Kerja dan terus kerja tanpa kenal lelah. Never give up (jangan pernah menyerah). Kemudian lahirlah penemuan-penemuan yang spektakuler. Penemuan listrik, atom, nuklir, pesawat terbang, telepon, mobil, dan lain-lain. Seluruh peradaban modern dibangun atas teori ini. Mereka sangat ahli tentang kehidupan dunia. Dan kesuksesan yang mereka kejar juga hanya kesuksesan di dunia. “Mereka Hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Ruum: 7)
Islam tidak pernah menafikan seluruh karya positif manusia. Tetapi yang disayangkan adalah ketika mereka lalai dan tidak beriman pada prinsip dan pedoman hidup Al-Qur’an, yang sengaja diturunkan Allah untuk manusia. ‘Katakanlah: “Apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (QS. Al-Kahfi: 103-15)
Islam memiliki teori dan konsep kesuksesan yang lebih lengkap dan sempurna. Konsep amal shalih, bukan sekedar kerja, tetapi kerja yang dilandasi keimanan, keikhlasan dan ilmu yang benar. Kerja yang menembus batas-batas kebendaan duniawi, jauh menuju wilayah tanpa batas, orientasi ukhrawi. Oleh karena itu Imam Syafi’i mengomentari kandungan surat Al-Ashr, “Kalau saja Allah hanya menurunkan surat ini, maka cukuplah (untuk dijadikan pedoman bagi manusia).”
Bagi umat Islam yang ingin sukses di dunia dan akhirat, maka mereka harus terus menerus beramal shalih. Apalagi jika diukur dengan batas waktu atau umur yang disediakan Allah sangat terbatas. Sehingga mereka harus memprioritaskan waktunya hanya untuk amal shalih saja. Bahkan amal shalih itu sendiri ada tingkatan-tingkatannya. Dalam hukum Islam dikenal lima macam hukum, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Sehingga umat Islam harus berupaya keras untuk selalu dalam ruang lingkup wajib dan sunnah saja, minimal mubah, tetapi jangan berlebihan pada yang mubah. Dan ketika jatuh pada batas makruh dan harus, disana masih ada kesempatan bagi umat Islam, yaitu istighfar dan bertaubat. Jangan putus asa!
Dan puncak amal shalih adalah jihad, baik jihad dakwah maupun jihad perang, maka berbahagialah orang-orang beriman yang masuk wilayah ini. Inilah proyek amal islami yang harus menjadi konsens seluruh gerakan Islam, ormas Islam dan lembaga-lembaga keislaman. Ada urutan amal proyek amal islami. Dan amal adalah buah dari ilmu dan keikhlasan. Seperti yang Allah swt. firmankan, “Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105) (lagi…)

Kategori: Belajar Seks Yuks · DUNIA ISLAM · Dunia Terkini · FIQH DAKWAH · INFO ISLAM · JIHAD FIE SABILILLAH · KELUARGA ISLAM · MAKALAH ISLAM · RESENSI BUKU · Seputar Remaja · TANYA-JAWAB ISLAM
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , ,

Ramadhan, Bulan I’dad dan Jihad

26 Oktober, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Muqaddimah

Pembicaraan tentang bulan Ramadhan tidak lepas dari pembicaraan tentang jihad. Karena tidak sedikit jihad yang dilakukan oleh Rasulullah dan para shahabatnya dalam memerangi kekufuran dan kemusyrikan terjadi pada bulan Ramadhan. Dan setelah beliau, para ulama salaf juga mengikuti jejak tersebut, bahkan hingga hari ini gelora jihad di bulan Ramadhan belum padam, dan tidak akan padam hingga hari kiamat kelak.

Di antara peristiwa besar (amaliyah jihad) yang pernah terjadi pada bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

  1. Perang Badar yang terjadi pada tangal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah. Perang Badar dianggap sebagai perang terbesar dan kemenangan terbesar yang diraih oleh umat Islam di awal pertumbuhannya di Madinah.
  2. Fathu Makkah yang terjadi pada tahun ke-8 Hijrah. Jihad ini merupakan kemenangan untuk menghancurkan tuhan-tuhan berhala dan menancapkan panji kebenaran.
  3. Pada Ramadhan tahun ke-9 Hijrah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerima utusan dari Tsaqif untuk membaiat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
  4. Pada Ramadhan tahun ke-15 Hijrah, terjadi perang Qadisiyyah dimana orang-orang Majusi di Persia ditumbangkan.
  5. Pada Ramadhan tahun ke-53 Hijrah, umat Islam memasuki pulau Rhodes di Eropa.
  6. Pada bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijrah, umat Islam memasuki selatan Andalusia (Spanyol sekarang).
  7. Pada Ramadhan tahun ke-92 Hijrah, umat Islam keluar dari Afrika dan membuka Andalus dengan komandan Thariq bin Ziyad.
  8. Pada bulan Ramadhan tahun ke-132 Hijrah, Dinasti Umawiyah ditumbangkan dan berdirilah Daulah Abbasiyah.
  9. Pada bulan Ramadhan tahun ke-254 Hijrah, Mesir memisahkan diri dari Daulah Abbasiyah dengan pimpinan Ahmad bin Thaulun.
  10. Pada Ramadhan tahun ke-361 Hijrah, dimulainya pembangunan Masjid Al-Azhar yang kelak menjadi Universitas Al-Azhar di Kairo.
  11. Pada bulan Ramadhan tahun ke-584 H, Sholahuddin Al-Ayyubi mulai menyerang tentara Salib di Siria dan berhasil mengusir mereka.
  12. Pada Ramadhan ke-658 H., Umat Islam berhasil menghancurkan tentara Tartar di perang “Ain Jalut”
  13. Pada Ramadhan tahun ke-675 H., Raja Bebes dan tentaranya berhasil mengusir tentara Salib secara total.
  14. Pada bulan Ramadhan tahun ke-1393 Hijrah, tentara Mesir berhasil merebut terusan Suez dan mengusir tentara penjajah Israel dari Sinai.

Namun tidak sedikit dari umat Islam yang belum memahami masalah ini, terlebih lagi bagi mereka yang hanya ‘beribadah’ pada bulan Ramadhan saja, selesai bulan Ramadhan selesai pulalah amaliyah ibadah yang mereka lakukan. (lagi…)

Kategori: Belajar Seks Yuks · DUNIA ISLAM · Dunia Terkini · FIQH DAKWAH · INFO ISLAM · JIHAD FIE SABILILLAH · KELUARGA ISLAM · MAKALAH ISLAM · RESENSI BUKU · Seputar Remaja · TANYA-JAWAB ISLAM
Ditandai: , , , , , , ,

Bid’ah, Lebih Disukai Syaitan Dari Maksiat

26 Oktober, 2009 · 1 Komentar

Muqaddimah

Allah berfirman:

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah ia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (QS. Al-Hasyr : 7)

Amma ba`du

Seorang mukmin akan senantiasa berusaha untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam rangka mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dia juga senantiasa berusaha untuk mengikuti atsar para salafussholih. Adapun seorang mubtadi` (pelaku bid`ah) dia senantiasa berjalan di atas kesesatan yaitu antara hawa nafsu dan bayang-bayang ketidakpastian dalam seluruh amal perbuatannya. Dan kita saksikan dia berada di antara sunnah dan bid`ah seperti orang yang kebingungan. Maka setiap ibadah yang ditambahkan dengan perbuatan bid`ah oleh seorang mubtadi` maka perbuatan bid`ah ini akan menduduki posisi sunnah. Karenanya sebagian ulama salaf pernah berkata :

Tidaklah suatu kaum melakukan satu perbuatan bid`ah melainkan mereka menghilangkan satu perbuataan sunnah yang semisal dengannya.

Perbuatan bid`ah menyebabkan seseorang keluar dari ittiba` (ikut) kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Meniadakan konsekuensi syahadat Rasul yaitu bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan perbuatan bid`ah pada hakekatnya merupakan fitnah terhadap Islam dengan sifat yang umum. Seorang pelaku bid`ah dengan perbuatan bid`ahnya meyakini bahwa Islam belum sempurna. Dan akan sempurna dengan perbuatan bid`ah yang dilakukan olehnya.

Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mendidik para shahabatnya yang mulia untuk senantiasa meneladani beliau dalam segala hal. Dalam sebuah riwayat disebutkan dari Barra` bin `Azib –radhiyallahu `anhu- ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda :

“Bila engkau ingin beranjak menuju tempat tidurmu maka berwudhu`lah sebagaimana engkau berwudhu` untuk shalat. Kemudian tidurlah di atas lambungmu yang sebelah kanan dan kemudian bacalah, “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan rasa harap dan takut, tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari siksa-Mu kecuali kembali kepada-Mu. Aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang Engkau utus.” Lalu beliau bersabda, “Bila engkau meninggal dunia pada malam itu, maka engkau meninggal dunia di atas Islam. Dan jadikan zikir tersebut kalimat terakhir yang engkau ucapkan.(HR. Bukhari, 11/13 dan Muslim, 4/2081). (lagi…)

Kategori: Belajar Seks Yuks · DUNIA ISLAM · Dunia Terkini · FIQH DAKWAH · INFO ISLAM · JIHAD FIE SABILILLAH · KELUARGA ISLAM · MAKALAH ISLAM · RESENSI BUKU · Seputar Remaja · TANYA-JAWAB ISLAM
Ditandai: , , , , , , , , ,

Apa Yang Kita Harapkan Setelah Ramadhan? (Meretas Istiqamah Bakda Ramadhan InsyaAllah)

24 September, 2009 · & Komentar

Apa Itu Istiqamah?

Istiqamah didahului oleh Iman, artinya: Imanlah yang kita perjuangkan.

Abu Amrah Sufyan bin Abdullah berkata’ “Ya Rasulullah, katakanlah bagi saya satu perkataan dalam Islam ini, yang setelah ini saya tidak perlu memintanya kepada orang lain. “Maka beliau menjawab, “Katakanlah saya beriman kepada Allah. Lalu Istiqamahlah kamu.” (HR. Muslim No. 38)

Shahabat Ali –radiyallahu ‘anhu- mengartikan “lalu istiqamahlah” adalah kerjakanlah apa-apa yang diperintahkan.

Imam Ibnu Zaid dan Qatadah mengatakan, “Beristiqamahlah dalam ketaatan kepada Allah”.

Imam Hasan Al-Bashri mengatakan, “Istiqamah atas perintah Allah dengan melaksanakan ketaatan dan menjauhi maksiat”.

Imam Mujahid dan Ikrimah menyatakan, “Istiqamah dengan syahadatnya hingga ia mati”.

Imam Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Beramal sesuai dengan ucapannya”.

Apa yang diungkapkan oleh para ulama shahabat dan tabi’in di atas saling menguatkan. Kesimpulannya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Al-Qurthubi, “Selalu ta’at kepada Allah Ta’ala baik lewat keyakinan, perkataan maupun perbuatan”. (Tafsir Al Qurtubi: XV/358)

Jadi segala gerak-gerik hati, ucapan lisan, dan perbuatan anggota badan harus senantiasa dalam keta’atan kepada Allah Ta’ala, inilah pekerjaan yang disebut dengan Istiqamah. Pekerjaan yang selalu menimbang pahala dan dosa, akhirat dan dunia. Istiqamah berarti selalu beramal sholih dimanapun dan kapanpun kita berada. Istiqamah berarti rajin dan tidak lemah semangat. Berat memang, karena ukurannya adalah sampai kita menghadap kepada Allah Rabbul Izzati.

Allah berfirman:

“Janganlah kalian mati melainkan kalian dalam keadaan Islam”. (QS. Ali Imran: 102)

Derajat Istiqamah

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan bahwa Istiqamah mempunyai tiga tingkatan, yaitu:

  1. Beramal dengan rajin tanpa berlebih-lebihan, sesuai dengan kemampuan dengan memelihara keikhlasan dan Ittiba’.
  2. Senantiasa membedakan antara hal yang dicintai Allah dan yang dibenci-Nya, perintah dan larangan, pahala dan dosa. Dengan demikian, bisa menyadari betul mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus ditinggalkan.
  3. Selalu sadar dan mejauhi kelalaian. Lalai sesaat berarti kerugian tersendiri, karena pada hakekatnya waktu itu adalah diri kita sendiri. Bila ia berkurang, maka bagian dari diri kita juga ikut berkurang. (Tahdzib Madarijus Salikin, hal: 529).

Tiga Kabar Gembira

Dalam Surat Al Fushshilat ayat 30 dan 31 Allah menyebutkan beberapa fasilitas akhirat yang telah disediakan bagi orang-orang mukmin yang beristiqamah, yaitu turunnya malaikat kepada mereka. Menurut Imam Waki’ dan Ibnu Zaid, tiga kabar gembira itu adalah saat mati, dialam kubur dan ketika dibangkitkan.

Alangkah bahagianya bila kita bisa merasakan kenikmatan ini, ditiga kesempatan yang maha genting ini kita diberi kabar gembira oleh malaikat. Kabar gembira apakah itu???

  • “Janganlah kalian takut”. Imam Atha’ bin Abi Rabah menyatakan, “Jangan takut amalmu ditolak, karena Allah telah menerimanya”. Imam Ikrimah menyatakan, “Jangan takut masa depanmu diakhirat”.
  • “Jangan sedih”. Imam Mujahid menyatakan, “Jangan sedih memikirkan anak cucumu (yang engkau tinggalkan) karena cucumu Allahlah yang menanggung mereka”. Imam Atha’ dan Ikrimah menyatakan, “Jangan sedih memikirkan dosamu, Allah telah mengampuninya”.
  • “Bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan”. Jannah, itulah janji Allah. Janji Allah yang tidak pernah diingkari-Nya. (Tafsir Al Qurtubi, XV:358-359). Wallahu A’lam. (lagi…)

Kategori: Belajar Seks Yuks · DUNIA ISLAM · Dunia Terkini · FIQH DAKWAH · INFO ISLAM · JIHAD FIE SABILILLAH · KELUARGA ISLAM · MAKALAH ISLAM · RESENSI BUKU · Seputar Remaja · TANYA-JAWAB ISLAM
Ditandai: , , , , , , , , ,