Kafe Remaja Islam

Konsultasi Sexs Islam

Bagi Anda yang memiliki permasalahan sexsual dan Anda membutuhkan konsultasi Syari’ah Islam, Anda bisa melayangkan pertanyaan Anda di halaman ini.

Insya Allah kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda dan keluhan-keluhan Anda seputar seks dalam tinjauan Syari’ah Islam dan bukan dalam tinjauan Medis.

& Komentar

15 tanggapan so far ↓

  • dans // 9 Januari, 2009 pada 12:52 am

    Assalamu’alaikum wr wb
    Pak Ust. Mohon penjelasannya bagaimana hukum ketika kita selesai berjima’ dengan istri, kemudian tiba waktu sholat (subuh) kesiangan bangun, atau istri/suami masih ingin bermesraan pada waktu siang hari sehingga waktu sholat terlewati.
    Jazakallah khoiran
    Wassalamu’alaikum wr wb

  • Tengku Azhar, Lc. // 12 Januari, 2009 pada 1:33 am

    Bermesraan antara suami dan istri adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan mendapatkan pahala yang melimpah, tapi jika bermesraan itu melalaikan kita dari perintah Allah seperti shalat maka hal itu bisa menyebabkan kita jatuh kepada perbutan dosa. Karenanya, jika waktu shalat tiba berhentilah dari bermesraan dan tunaikan shalat dulu, setelah itu silahkan dilanjutkan lagi.
    Adapun, jika bangun pagi kesiangan dan pada malam harinya Anda junub, maka segerah untuk mandi dan laksanakanlah shalat Shubuh setelah itu, dengan tidak lupa beristighfar kepada Allah. Wallahu ‘Alam.

  • nisaa // 18 Januari, 2009 pada 10:11 am

    Assalamu’alaikum wr wb.
    pak ust, saya sering mentakhirkan sholat saya jika sedang asyik mengerjakan sesuatu sehingga kadang sholat saya ini terlewati kemudian saya biasa mengerjakannya sebelum mengerjakan sholat berikutnya(mengqadanya).kira2 apa yang sedang terjadi pada saya ini pdhl saya sdh memahami ttg islam sebenarnya.hanya masih hrs banyak membaca lagi.mhn pertolongannya.jzkh

  • z_rassite // 25 Februari, 2009 pada 1:30 am

    Tad, aloooooooooooooo……………

  • aripin // 25 Februari, 2009 pada 1:33 am

    afwan ustad AJ. mo tanya ni…???
    gimana kabarnya ? kapan-kapan ajarin bikin blog ya tad.

  • a // 8 April, 2009 pada 11:50 am

    asslamu’alaikum..
    pa uStadz saya seorang
    pemuda

    saya hampir sering beronani.. pdahal saya sdah mnghndari hal itu. lalu bagaimanakah hukumnya??

    terimakasih

  • DIAN // 18 April, 2009 pada 9:26 am

    Assalamualaikum, PAK, SERING KALI WAKTU BUANG AIR BESAR ATAU KENCING, SAYA MERASAKAN ADA CAIRAN KENTAL KELUAR DARI KEMALUAN SAYA. PADAHAL WAKTU ITU SAYA TIDAK SYAHWAT, APAKAH ITU BERBAHAYA?

  • Johan // 26 Mei, 2009 pada 4:35 am

    Ustadz, mau tanya nih. Bolehkan seorang suami berhubungan dengan 2 istrinya seranjang?

  • rafa // 26 Mei, 2009 pada 6:17 am

    as,ustadz,sy mau nanya hub lesbi atau gay menurut islam itu gimana???haram atau apa???mhon jwaban yg selengkap lengkap nya…trmakasih….wass

  • Tengku Azhar, Lc, S.Sos.I // 1 Juni, 2009 pada 8:32 am

    Buat saudara @ Johan : Tidak diperbolehkan seorang suami melakukan hubungan suami istri (jima’) dengan kedua istrinya dalam satu ranjang. Karena, sekalipun kedua-duanya adalah istri dari suaminya, tetapi kedua-dua istri tersebut tidak boleh saling melihat aurat mereka masing. Hanya suaminyalah yang boleh melihat aurat kedua istrinya, adapun istrinya tidak boleh saling melihat aurat mereka masing-masing. Karena wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain, dan laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain. Dan masih banyak lagi penyebab dilarangnya hubungan tersebut. Wallahu A’lamu bish Shawab.

  • Tengku Azhar, Lc, S.Sos.I // 1 Juni, 2009 pada 8:33 am

    Buat saudara @ Rafa : Insya Allah akan ana jawab pertanyaan anda..tapi harap sabar dulu ya! :)

  • widi // 10 Juni, 2009 pada 8:08 am

    ass,,
    sebelumnya perkenalkan anam saya widiatmiko.. saya baru saj menikah sekitar 7 bulan dan saat ini saya sedag mengahadapi masalah yaitu…
    1. sebetulnya saya sudah pengen sekali punya anak..tapi karena sudah ada kesepkatan degan istri untuk sengama terputus jadi keinginan saya itu jadi tertunda ..yang saya tanyakan bagaimana sengama terputus menurut islam..

  • Tengku Azhar, Lc. // 25 Juni, 2009 pada 6:23 am

    Buat @ Akhi Widi : Senggama terputus atau yang dikenal dengan ‘Azl menurut istilah fiqh, hukumnya boleh apabila istri ridha terhadap ‘azl tersebut, karena ‘penumpahan mani’ dalam farj istri adalah haknya, jadi minta izin dulu sama dia, kalau dia mengizinkan maka tidak mengapa. Wallahu A’lam.

  • susi // 12 Agustus, 2009 pada 3:31 pm

    ustadz, saya sedang pacaran jarak jauh. kami baru ketemu 2 kali. dengan melepaskan rasa rindu kami melakukan phonesex, bagaimana hukumnya?

  • Annisa Hanna // 22 Oktober, 2009 pada 4:49 am

    Ass.Pa Ustadz,sy seorg wnta 23th.Sblumnya sy mmiliki masa lalu yg buruk(freesex) dgn pcar2 sy trdahulu.Dan skrang sy sdang mnjalani hub srius dgn seorg laki2.Sy ykin-sebut sja namanya Omi- bnr2 mncntai sy.Tp,yg jd mslah bgi saya adl stiap kali brsama dia keinginan/hasrat/nafsu slalu mncul.Dan d awal2 hub kmi(skitar 7bln),kmi jg brhubungan layaknya suami istri.Sy ingin mnghilangkan hsrat itu,krn sy tau,saya adalah kunci.Kalo sy ucapkan tdk,psti pcr sy tdk akan memaksa.Bgmn sy membndung nfsu itu?Stiap sy jauh dr dia sy slalu-maaf-masturbsi wlwpun sy sudh brusha braktfts+mmbca al-quran+shlt,dll tp ttp sja sulit.Sdangkan utk menikah pcr sy blm siap.atw mgkn sy hrus hdup dpesantren dlu sblm nikah utk brada di lingkungan yg bnr dan bs mngingatkan sya?Tolng jwbn ats kgelisahan saya ini,dkrim via email..Wassalm

Tinggalkan sebuah Komentar