Daily Archives: 26 Juli, 2008

Hukum Memakai Toga Bagi Mahasiswi Ketika Wisuda

Pertanyaan :

Dalam acara wisuda di beberapa perguruan tinggi para mahasiswi biasanya memakai toga dan mengenakan penutup kepala (kerudung) khusus untuk wisuda, di mana mereka berjalan dalam barisan yang tersusun rapi di hadapan para hadirin yang terdiri dari ibu-ibu, kemudian para wisudawati duduk di hadapan mereka. Setelah itu dilanjutkan dengan memberikan penghormatan kepada mereka. Bagaimanakah hukum syar’i mengenai hal tersebut?

Jawaban :

Tidak menjadi masalah, jika pakaian itu khusus dipakai pada tempat-tempat resmi dan tempat itu tidak dihadiri kaum laki-laki, dan yang hadir hanya para mahasiswi, ibu-ibu, serta para dosen wanita, selama pakaian itu menutupi kepala, tubuh, dan kedua kaki, serta penutup kepala (kerudung) dipakai di atas kepala. Tidak menjadi masalah berjalan dalam barisan yang tersusun rapi di hadapan para kaum wanita yang hadir, kemudian duduk di hadapan mereka dan diteruskan dengan memberikan penghormatan kepada mereka baik sebelum maupun sesudahnya dengan ucapan selamat atau ucapan yang lainnya. Tetapi jika aba-ah (pakaian luar wanita) tersebut berukuran pendek, maka tidak boleh memakainya, kecuali di hadapan wanita-wanita tertentu, dan tidak boleh membiasakan para pemudi/remaji memakai pakaian mini (pendek) dan tidak boleh memakai pakaian luar yang hanya dilekatkan pada kedua bahu, karena hal tersebut menyerupai kaum laki-laki. Hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Shalawat dan Salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarga, dan para shahabatnya.

(Disari dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini : III/77).

Iklan

Perkembangan Dakwah dan Tantangannya

Oleh :

H. Syuhada’ Bahri, Lc.

(Ketua Dewan Dakwah Islam Pusat Jakarta)

Kita wajib menanamkan di dalam hati kita satu keyakinan, bahwa kehidupan yang tenang dan tenteram baru akan terwujud manakala syari’ah Islamiyah sudah tegak dalam hidup dan kehidupan kita.

Syari’ah Islamiyah yang harus tegak di dalam hidup dan kehidupan adalah syari’ah Islamiyah yang bersumber kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 38 :

Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Jalan yang harus ditempuh untuk tegaknya syari’ah Islamiyah hanya bisa lewat jalan da’wah. Karena itu da’wah merupakan kewajiban yang terpikul di atas pundak setiap orang yang mengaku dirinya Islam.

Dalam catatan perjalanan sejarah da’wah, kita bisa membaca adanya pasang naik dan pasang surut gerakan da’wah. Hal itu terjadi karena di pentas realitas ada dua da’wah ( ajakan ) yang terus bertarung. Da’wah ilallah dan da’wah ilathogut. Baca lebih lanjut