Siang Itu di Rumah Makan Padang

Ketika jam istirahat kantor tiba, kami segera menuju Rumah Makan Padang yang terdekat dengan kantor kami, dengan mengendarai sepeda motor, kami parkir tepat di depan rumah makan tersebut. Di sebelah sepede motor kami berderet tiga buah sepeda motor lainnya, yang terakhir kali aku ketahui milik pegawai Pemkab. Temanku segera masuk dan memesan nasi padang lima bungkus, sedangkan aku menunggu diluar. Tidak lama kemudian keluarlah tiga orang pegawai Pemkab dan langsung menuju dua buah sepeda motor, ketika didekati oleh pak Parkir, salah satu dari mereka mengatakan bahwa yang akan bayar parkir adalah temannya yang masih membayar ke kasir. Merekapun segera tancap. Tidak lama kemudian dua orang pegawai Pemkab keluar lagi dan langsung menuju sepeda motor mereka, dari kejauhan salah satu dari mereka mengatakan kepada pak Parkir, ‘Monggo pak’. Dengan cengar-cengir dan mengiba pak Parkir terduduk lemas. Tiga sepeda motor tidak bayar parkir. Uang Rp. 1500 juga melayang. Bagi orang bawahan/tidak punya, 1 rupiah pun sangat berharga apalagi Rp. 1500. Aku yang menyaksikan peristiwa itu juga tersentak. Sedih dan Tergugah.

Orang bawahan memang terkadang tidak mendapatkan perhatian dan dipandang sebelah mata. Tapi aku yakin penghasilan mereka yang halal lebih baik dibandingkan orang2 berdasi yang koruptor.

Ya Allah..mudahkanlah urusan kami. Bantulah kami dan lapangkanlah rezeki kami. Amiin.

One response to “Siang Itu di Rumah Makan Padang

  1. wahyu condro pamungkas

    085648533298
    assalamu’alaikum wr.wb
    salam silaturahmi, saya wahyu dari madiun, jatim, masya Allah…..
    zaman telah berubah, agama Islam yg mulia pun diacuhkan…
    syariat Islam dibuat mainan, Allah pun dilupakan oleh manusia2 durjana (fasik/ kafir).
    Allah membuat peraturan sudah pasti bnyak manfaat di dunia dan akhirat, sebagai contoh tentang sedekah…knapa…??
    kenapa kita mesti pelit? padahal dg berbagi maka Allah akan memberi lebih kepada kita. Kita beri (sedekah) satu maka akan kita daptkan 10 kali lipatnya….jika kita bisa memberi 1500 mengapa harus kita tahan?
    mengapa tidak kita beri saja 2500??
    Apakah Allah sudah miskin ataukah mereka memang tidak tahu??
    Sungguh, para pendusta2 agama itu, telah Allah tutup hati mereka dari ilmu, iman dan rasa malu dikarenakan perbuatan dan kesesatan mereka sendiri. Naudzubillah…Wallahu a’lam bi shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s