Daily Archives: 15 Oktober, 2008

Kriiit, Ranjang Pun Bergoyang dan Berbunyi

Ranjang pun bisa jadi gangguan saat hubungan seks (jima’) sedang berlangsung. Bunyi ranjang yang yang mengikuti irama, akan mengganggu konsentrasi Anda. Walau kelihatannya sepele, masalah ini bisa berubah berabe. Anda bisa malu karena bunyinya, bisa terjatuh karena keroposnya, dan bisa tak nyaman karena rasanya.

Wah….gawat! Bagaimana rasanya jika saat melakukan aktivitas yang satu ini, mendadak ranjang yang Anda pakai berbunyi ‘mengikuti irama’. Tentunya Anda akan merasa malu, dan hal itu bisa membuyarkan konsentrasi Anda.

Yang paling tak nyaman tentunyan istri, takut terdengar dari luar kamar, takut mengundang perhatian orang, dan lain sebagainya. Kalau sampai terdengar keras pasti akan membuyarkan (menghilangkan) hasrat jima’ (seks) Anda, apalagi kalo itu di rumah mertua.

Bagaimanapun urusan ranjang adalah urusan pribadi dan rahasia, cukup pasangan suami istri yang boleh tahu. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kaum muslimin menyebarkan atau menceritakan urusan ranjangnya kepada orang lain, yang kebanyakan dilakukan karena tanpa sadar. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan bagi pelakunya, “Sesungguhnya perbuatan itu (menceritakan adegan ranjang kepada orang lain) sama dengan setan laki-laki bertemu dengan setan perempuan di tengah jalan, kemudian mereka berdua berhubungan intim, sementara orang-orang di sekitarnya melihat apa yang dilakukan oleh keduanya.” (HR. Ahmad)

Karena sangat pribadinya, maka siapapun tidak boleh tahu aktivitas seks suami istri, kecuali mereka berdua. Semuanya harus dijaga dan bisa saling menjaga. Jangan sampai diobral murah, atau jadi bahan tertawaan. Gawat bila itu sampai terjadi, sebagai muslim yang baik, Anda akan menjadi malu. Oleh karena itu, jangan hanya gara-gara ranjang berbunyi, rahasia Anda jadi senyuman orang, bahkan jadi bahan arisan orang dari mulut ke mulut, the hot isues, apalagi bila sampai mengundang orang untuk datang mengintip ranjang Anda….Bisa berbahaya!!! Karenanya, Waspadalah!

Sumber : Majalah Nikah, Edisi 5 Agustus 2006 M.

SURAT TERBUKA BUAT PDIP DAN PKS

Oleh : Alwan

(Alumnus Ma’had ‘Aly An-Nuur, Sukoharjo, JATENG)

Sebaik-Baik Bangsa Adalah Yang Paling Mengambil Pelajaran Dari Sejarahnya

Catatan Perjalanan Pemilu 2004

Sudah kesekian kalinya Indonesia mengadakan pesta Demokrasi Pemilu. Pada Pemilu 2004 ini sangat berbeda sekali dengan Pemilu dimasa Orde Baru. Kalau pada masa Orde Baru jumlah Partai Politik nya hanya tiga yaitu : PPP, Golkar dan PDI, kalau sekarang jumlah Partai Politiknya 24 Parpol, yang salah satunya yaitu PDIP, yang sekarang lebih dikenal dengan “Moncong Putih” nya. Dan salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari acara ini adalah kampanye, karena kampanye merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan atau mengenalkan baik misi, visi yang dimiliki oleh setiap partai politik atau hanya sekedar mengobral janji-janji kepada masyarakat agar mereka tertarik terhadap partai politik tersebut yang akhirnya diharapkan dengan suka rela dan penuh simpati mereka mau memilih parpol tersebut. Akan tetapi ada juga yang menganggap dengan adanya kampanye tersebut memberi keuntungan kepada pedagang-pedagang kecil. Diceritakan bahwa tukang jual air mineral di Jakarta “berpesta” selama masa kampanye. Omzet penjual air mineral naik sampai 100 persen saat kampanye. Dan penikmat keuntungan kampanye paling besar adalah siapa lagi kalau bukan tukang sablon dan para pembuat kaos dan spanduk plus para pengusaha kecil percetakan karena tidak sedikit atribut-atribut partai diorderkan kepada mereka. Akan tetapi ada juga yang justru sebaliknya, dengan adanya kampanye tersebut tidak sedikit dari masyarakat yang takut untuk keluar rumah. Selain itu justru dengan adanya kampanye tersebut banyak terjadi pelecehan, penghinaan, bentrokan, yang ujung-ujungnya yaitu penganiayaan dan pembunuhan. Baca lebih lanjut