SURAT TERBUKA BUAT PDIP DAN PKS

Oleh : Alwan

(Alumnus Ma’had ‘Aly An-Nuur, Sukoharjo, JATENG)

Sebaik-Baik Bangsa Adalah Yang Paling Mengambil Pelajaran Dari Sejarahnya

Catatan Perjalanan Pemilu 2004

Sudah kesekian kalinya Indonesia mengadakan pesta Demokrasi Pemilu. Pada Pemilu 2004 ini sangat berbeda sekali dengan Pemilu dimasa Orde Baru. Kalau pada masa Orde Baru jumlah Partai Politik nya hanya tiga yaitu : PPP, Golkar dan PDI, kalau sekarang jumlah Partai Politiknya 24 Parpol, yang salah satunya yaitu PDIP, yang sekarang lebih dikenal dengan “Moncong Putih” nya. Dan salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari acara ini adalah kampanye, karena kampanye merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan atau mengenalkan baik misi, visi yang dimiliki oleh setiap partai politik atau hanya sekedar mengobral janji-janji kepada masyarakat agar mereka tertarik terhadap partai politik tersebut yang akhirnya diharapkan dengan suka rela dan penuh simpati mereka mau memilih parpol tersebut. Akan tetapi ada juga yang menganggap dengan adanya kampanye tersebut memberi keuntungan kepada pedagang-pedagang kecil. Diceritakan bahwa tukang jual air mineral di Jakarta “berpesta” selama masa kampanye. Omzet penjual air mineral naik sampai 100 persen saat kampanye. Dan penikmat keuntungan kampanye paling besar adalah siapa lagi kalau bukan tukang sablon dan para pembuat kaos dan spanduk plus para pengusaha kecil percetakan karena tidak sedikit atribut-atribut partai diorderkan kepada mereka. Akan tetapi ada juga yang justru sebaliknya, dengan adanya kampanye tersebut tidak sedikit dari masyarakat yang takut untuk keluar rumah. Selain itu justru dengan adanya kampanye tersebut banyak terjadi pelecehan, penghinaan, bentrokan, yang ujung-ujungnya yaitu penganiayaan dan pembunuhan.

Tepat pada tanggal, 11 Maret 2004 dinyalakanlah lampu hijau pertanda dimulainya kampanye partai politik. dengan dimulainya kampanye tersebut tidak sedikit para tokoh/pemimpin partai politik berlomba-lomba mendesain iklan partai mereka sedemikian rupa sehingga memudahkan masyarakat untuk mengenal bahkan menghafal baik nama maupun slogan-slogan yang dimiliki oleh partai politik tersebut.

Sebut saja pada pemilu 2004 ini yang paling populer dikalangan masyarakat yaitu kampanyenya PDIP yang bergambar kepala banteng yang diketuai oleh Presiden RI sendiri yaitu : Megawati Sukarno Puteri. Yang mana pada pemilu-pemilu sebelumya partai ini lebih terkenal dengan PDIP nya akan tetapi pada pemilu 2004 ini mereka mengajak masyarakat untuk lebih kenal dan akrab dengan slogannya yaitu : “Moncong Putih”. Secara resmi slogan ini disampaikan oleh Megawati Sukarno Puteri, baik melalui media elektronik maupun surat kabar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Megawati: “Coblos Moncong putih No 18“. Yang lebih mengherankan lagi iklan ini sangat mudah untuk dihafal baik itu orang dewasa maupun anak-anak, bahkan sekarang ini anak-anak TK (Taman Kanak-Kanak) pun hafal diluar kepala lengkap dengan nomornya. Mereka yang mendesain iklan itu harus diakui, sangat lihai dalam ilmu komunikasi, baik komunikasi masa, komunikasi politik maupun komunikasi sosial. Dengan memakai idiom (kata-kata dengan pengertian khas) masyarakat yang sederhana, komunikasi politik bisa dibangun dengan sangat efektif.

Moncong adalah bahasa rakyat betawi untuk menyebut mulut. Dalam bahasa jawa moncong disebut juga congor yang artinya yaitu mulut. Di Surabaya ada rujak cingur (kalau di Betawi ada rujak yang seperti itu, maka namanya rujak moncong). Apapun namanya, yang jelas “Moncong Putih” sekarang sangat populer dimana-mana bahkan setelah pemilihan umum yang telah dilaksanakan pada tanggal, 5 April 2004 yang lalu, kalau disebut yang menang “Moncong Putih” pasti masyarakat tahu yang dimaksud yaitu PDI Perjuangan, artinya sekarang masyarakat lebih kenal dengan “Moncong Putih” Nya daripada PDIP nya.

Presiden Megawati Sukarno Puteri boleh saja merasa lega belakangan ini. Iklan partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) yang menampilkan sosok megawati menganjurkan pemirsa untuk memilih partai moncong putih nomor 18, telah nongol diseluruh stasiun televisi. Iklan kampanye PDIP itu mengalahkan iklan-iklan partai politik lainnya. Selain mejeng diseluruh stasiun televesi, frekuensi siaranya pun lebih sering ketimbang iklan partai politik lainnya. Iklan partai golkar yang dulu dipakai sebagai kendaraan Orde Baru, pun tidak sesering iklannya PDIP. Apalagi iklan partai-partai lainya yang kemampuan dananya lebih sedikit, iklanya tentu lebih sedikit lagi.

Iklan PDIP itu juga nongol disejumlah stasiun radio. Bahkan iklan banteng moncong putih itu terpampang disejumlah media cetak, baik nasional maupun daerah. Dengan iklan dimana-mana tersebut, sudah dapat dibayangkan berapa trilyun rupiah yang dikeluarkan PDIP untuk mengegolkan kembali Megawati sebagai presiden RI yang kesekian kalinya.

Akan tetapi perlu diingat dibalik populernya PDIP dengan “Moncong Putih” nya, Moncong Putih banyak sekali memiliki Rapor merah dalam pemilu 2004 ini, bahkan Moncong putih menduduki Rangking kedua dalam pelanggaran pemilu 2004 ini setelah rangking pertama diraih oleh Partai Golkar. Adapun beberapa Rapor merah mereka, banyak dimuat di media-media masa baik yang berbentuk elektronik maupun surat kabar. Seperti kejadian pada hari Rabu, 10 Maret 2004, pukul 23.00 WIB malam menjelang hari pertama kampanye, sekitar sepuluh orang Satgas PDIP mendatangi sekretariat Dewan Pimpinan Ranting PKS (DPRa PKS) Kedoya, Jakarta Barat. Tanpa mengucapkan salam layaknya orang yang sedang bertamu, kesepuluh satgas partai banteng moncong putih itu, memasuki markas aktivis PKS. Tanpa basa-basi terlebih dahulu, mereka mencak-mencak., sambil menuding bahwa pada salah seorang kader PKS menyobek pamflet gambar PDIP.

Merasa tidak ada kader PKS Kedoya yang melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan, sejumlah kader PKS yang ada disitu, membantahnya. Setelah ketua dewan Perwakilan Cabang (DPC) PKS Kedoya memberikan penjelasan, mereka dapat mengerti. Kasus ini dianggap selesai. Bahkan, kader PKS sempat bersalaman dengan satgas PDIP tersebut.

Namun, peristiwa buruk terjadi. Tidak beberapa lama berlalu, satgas partai bernomor urut pemilu 18 itu, melakukan pemukulan terhadap Riyanto, salah seorang kader PKS, hingga wajahnya babak belur dibelakang sekretariat PKS, Kedoya. Menurut keterangan saksi, mereka memegang tangan Riyanto, kemudian memukulinya seperti orang yang sedang latihan tinju. Pada hari Jum’at, tanggal 12 Maret 2004 pukul 15.30 WIB, sejumlah kader PDIP kembali membuat ulah, yaitu sejumlah kader PDIP mencopot bendera PKS dijalan Thamrin, Madiun. Setelah ditengahi oleh Panwaslu Kecamatan Taman, kader PDIP itu kemudian meminta maaf secara tertulis dan bersedia memasang bendera PKS pada tempatnya semula. Selain itu kader Banteng Moncong Putih ini juga melakukan pelecehan seksual terhadap simpatisan puteri PKS. Dikomplek putri Pura Mangkunegaran Solo, saat hendak pulang setelah mengikuti kampanye, Kader PDIP ‘menggerayangi’ para kader puteri PKS yang berada didalam kereta kelinci.

Selain penganiayaan terhadap kader Partai PKS, PDIP Moncong Putih juga melakukan penganiayaan terhadap kader Partai PAN (Partai Amanat Nasional). DiDukuh Dewan, Desa Bendo, Kecamatan Pedan, Klaten, kader PDIP Budi Widodo menghajar anggota Satgas Simpatik PAN, Suwardi, usai memasang bendera PAN sekitar Dukuh Dewan.

Akibat penganiayaan tersebut, suwardi mengalami luka parah, yakni patah tulang dibagian leher. Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Klaten, Namun, karena lukanya cukup parah, akhirnya Suwardi meninggal dunia. Selain itu juga, kader PDIP Moncong Putih juga pernah bentrok dengan masa kader Partai Golkar didaerah Wonogiri.

Inilah beberapa kasus penganiayaan, bentrokan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kader PDIP moncong putih dalam Kampanye Pemilu 2004 ini. Selesai sudah kampanye partai politik pada tanggal 1 April 2004. Dan pada tanggal, 1 Juni – 1 Juli 2004 nanti akan digelar lagi satu acara penting yaitu Kampanye calon presiden, cuma bedanya dengan Kampanye Partai Politik yaitu : Kalau pada Kampanye Partai Politik yang diusung/dibawa yaitu gambar partainya sedangkan pada Kampanye calon presiden nanti yang diusung/dibawa yaitu gambar calon presiden tersebut. Akankah dalam moment penting ini Moncong putih akan mengulang kembali kasus yang telah mereka lakukan ketika kampanye Partai Politik yang lalu ?.

Demikian beberapa rapor merah yang telah di lakukan oleh Moncong putih dalam pemilu 2004 ini, semoga hal ini tidak terulang kembali oleh Moncong Putih khususnya dan partai lainnya pada umumnya.

Disari dari berbagai media massa :

– Koran ( Jawa Pos ) Minggu Wage 28 Maret 2004 .

– Sabili No 19 TH. XI 9 April 2004/19 Shofar 1425 .

– dll .

37 responses to “SURAT TERBUKA BUAT PDIP DAN PKS

  1. Apa PKS masih tetap ingin koalisi dengan PDIP, dan Hidayat Nurwahid akan menjadi cawapres pendamping megawati, kalau iya…berarti ini adalah musibah.

  2. Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
    Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat

    GO PKS!

  3. Gak usah pilih PDI,
    partainya orang urakan
    bisanya cuma membanggakan orang tua… terus apa prestasimu..?

    Fenomena ini makin banyak terjadi.. beberapahari yang lalu saya ke Palembang dan melihat gambar calon legislatif yang berbunyi :

    Fulan, SH, …
    Anaknya Bapak FulanFather

    Saya kemudian terpikir, ini yang menjadi calon bapaknya apa anaknya…
    Betul-betul gak percaya diri dan gak profesional

    Persis seperti petinggi PDIP dan anehya PKS mulai tiru-tiru…

  4. buat umat Islam, masihkah mau milih PKS? Ridhakah Anda bila dukungan suara Anda pada PKS hanya akan dibawa untuk berkoalisi dengan dan mendukung PDIP? golput is the best

  5. waduh nie yang GOLPUT….
    jangan memprokasi boz…..
    kata capa PKS mau koalisi ma PDI?
    kalau pun itu terjadi gapapa…..asalkan sariat islam bisa ada….

    GOLPUT tu HARAM bos…
    kata MUI juga…..
    gue mu nanya ni ma orang2 yang golput?
    apa peranan kalian atau perjuangan kalian di Indonesia untuk menegakan sariat islam?
    cuma diam dan mencela sajakah?

  6. buat bung @ Aroel…Anda sungguh kasian amat, apa anda sudh pelajari apa yang dimaksud dengan fatwa, syarat2 fatwa, hukum mengamalkan fatwa? Bung katanya Ente ikut Indonesia, dan Pemilu asasnya bukan Islam, tapi asasnya Demokrasi, sedangkan demokrasi hukumnya bebas, bebas mau milih atau tidak, jangan dibawa2 kepada Islam, Islam tdk ada hubungannya dengan pemilu dan demokrasi. Tuch, MUI berani ndk ngeluarkan fatwa, bahwa syarat yang harus jadi Presiden, Wapres, Caleg, wajib orang yang shalat, bisa baca Al-Qur’an, tidak mabuk, tidak zina, melaksanakan hukum-hukum Allah di Indonesia ini, dan yang lain2nya. Jadi menurut hemat saya, fatwa ini erat kaitannya dengan maslahat partai dan individu yang akan nyaleg, bukan maslahat umat (dalam ushul fiqh maslahat mulgha).
    Terus, apa ente sangka bahwa memperjuangkan Islam hanya di Parlemen aja, dan di partai aja. Sungguh dakwah yang ndk benar, ketika berdakwah ngajak orang masuk ke partainya, mana dalilnya bung. Dakwah mengajak manusia mengenal Allah, Rasul-Nya, dan agama-Nya, bukan ngajak orang ikut partainya. Jadi jangan terlalu bangga, kalo dah nampang di partai dan nyaleg. Sekarang saya tanya, apa perjuangan kalian selama ini. Masalah jilbab, ikhtilat aja belum kelar sampe hari ini, apalagi memberangus kesyirikan, jangan terlalu banggalah bung, intropeksi diri. Kami juga memperjuangkan Islam dengan kemampuan yang kami miliki, dan dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya, insyaAllah. Wallahu A’lam bish Shawab.

  7. hmz…
    emang demokrasi tu bebas, mau milih atau ndak…
    tapi, kepada orang2 islam yang golput? apakah kalian tidak takut dengan golputnya kalian suara yang mestinya bisa memenangkan umat islam, di rebut oleh orang kafir?
    apakah kalian tidak takut kalau orang kafir jadi berjaya di indonesia karena kalian golput?

    hmz…dakwah itu bisa dalam bidang apapun,
    saya gak bilang dakwah itu harus ke parlemen.
    tapi kalau umat islam ingin berjaya di Indonesia, kita harus masuk kedalam parlemen itu!
    bukan hanya diam atau GOLPUT.

    hmz…saya melihat perjuangan PKS itu banyak….
    orang2 PKS bisa membawa yang yang tadinya berjilbab menjadi berjilbab, melalui liqo yang selalu diilakukan di DPC2.
    walaupun sedikit demi sedikit tapi pasti.
    sabar aja bung…..sedikit demi sedikit jangan langsung pengen jadi. sudah bro ngubah seseorang itu.

  8. Bung @ aroel, kalau umat Islam golput lantas suaranya diambil dan direbut orang2 kafir itu masih zhan (prasangka), adapun keharaman demokrasi dalilnya qat’i (karena di dalamnya menjadikan manusia sebgai pemutus hukum, dan menjadikan suara terbanyak sebagai sesuatu yng hak). Maka yg zhanni tdak bisa mengalahkan yg qat’i. Jadi bung aroel, masalh golput atau tidak sdh ada undang2nya, yaitu bebas, knp anda hrs maksa2 orang untuk memilih dan tdk golput, apa Anda berani jamin, yang mereka pilih adalah amanah? paham Islam? tidak berkhianat kepada Islam? Kalo anda tidak berani jamin, itu hak seseorang untuk menggunakan haknya atau tidak, jd jangan maksa orang untuk tdk golput. Wallahu ‘Alam.

  9. demokrasi urusan dunia bung,,,
    jadi boleh2 saja…
    kita hidup di negara demokrasi…
    hmz…
    suudzon mulu ci…
    mengapa kita hanya diam…
    kita saja (umat islam) yang mencalonkan diri?
    terus kita pilih…
    kan orang2 islam bisa jaya di indonesia…
    kalau sudah jaya….islam bisa tegak di indonesia…
    terus…kalau kita (orang islam) golput….
    siapa lagi yang akan jaya di indonesia? ya orang kafir donk….

  10. Apa bisa Islam akan Jaya dengan melalui musuhnya ?
    Demokrasi itu adalah sistem musuh kita jadi gak mungkin bisa islam tegak dengannya.
    Seharusnya Kita bisa lihat sejarah dan mengambil pelajaran, bagaimana partai fis di aljazair. Begitu juga hamas; coba mereka kurang apa ?
    Walaupun hamas udah menang tapi dunia gak mengakuinya, dan diserang habis2an oleh israel.
    Jadi memang benar Islam HANYA akan tegak dengan jalan yang disyareatkan Rosululloh yaitu :
    1. Dakwah
    2. Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan
    3. Jihad
    ohya Indonesia dulu juga pernah coba berjuang lewat partai,
    dan menang (partai masyumi) dan berhasil menguasai tampuk kepemimpinan
    Yaitu Moh Natsir dari partai masyumi sbg Perdana Menteri (Sebuah Jabatan yg sangat strategis)
    Tapi apakah syareat islam bisa berjalan ?
    Silahkan lihat kembali sejarah.

  11. emang cie…
    tapi zaman uda berubah…
    kita harus ikut perkembangan zaman…
    ga da salahnya kalau kita berdemokrasi..
    kita tegakan islam lewat demokrasi…..
    insya allahh…..kalau kita berusaha pasti bisa..
    perlu ada kesabaran…
    sedikit demi sedikit….

  12. hadirilah bedah buku
    “AGAMA DEMOKRASI”

    Ahad, 15 Februari 2009
    di Masjid Diponegoro (komplek Balai kota) Jogyakarta

    bersama:
    Ust. Farid Akhmad Okbah
    (direktur ma’had al islam bekasi)

    Ust. Thoriqudin “Abu Rusydan”
    (kudus)

    mas aroel wajib dateng ya!!
    :))

  13. ini mas ada data baru begitu sdh melencngnya PKS, lhat aja nanti akan kecele kaya PAN:

    DEPOK – Tampaknya tidak mudah menjaring pemilih pemula atau pemilih usia remaja untuk memberikan suaranya dalam pemilu mendatang.

    Hal tersebut juga dirasakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS mengaku belum menemukan cara jitu untuk menggaet suara anak muda yang sangat potensial untuk memenangkan pemilu.

    Tapi PKS tak kehabisan akal. Momen hari kasih sayang atau Hari Valentine pada 14 Februari mendatang diam-diam menjadi incaran PKS untuk mencuri perhatian anak muda, khususnya di wilayah Depok, Jawa Barat.

    “Karena itu pada momen Valentine, PKS akan memanfaatkan untuk membagikan hadiah yang identik dengan Valentine seperti cokelat yang diselipkan stiker caleg, bunga yang ada lambang nomor 8. Setiap kader khusus mendatangi para remaja,” ujar Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi, Minggu (8/2/2009).

    Dalam program Ketok Sejuta Pintu rumah yang diluncurkan PKS, para kader pun mengaku kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada anggota keluarga yang masih tergolong pemilih pemula.

    HA..haa apa tidak keblinger nih..

  14. hmz…..
    sumber nya dari mana ni?🙂

  15. emang cie…
    tapi zaman uda berubah…
    kita harus ikut perkembangan zaman…
    ga da salahnya kalau kita berdemokrasi..
    kita tegakan islam lewat demokrasi…..
    insya allahh…..kalau kita berusaha pasti bisa..
    perlu ada kesabaran…
    sedikit demi sedikit….
    hmmmm…
    kalo dianalogikan gak papa deh nyolong uang orang lain, toh uangnya untuk biaya anak2 untuk sekolah nyang bener,biar besok gedenya jadi orang yang berguna,gak maling kayak bapaknya.ISN’T IT BRO?

  16. mengenai valentine day…
    gak da salahnya kalau menurut saya, itu adalah strategi politik…
    kita dekati saja remaja2, setelah kita dekati dan mereka simpati kepada kita, baru kita terangkan bahwa valentine tu gak boleh….
    jadi dakwah nya dengan cara mendekati sedikit demi sedikit….
    begitulah yang saya lihat kelebihan dari PKS, mereka mengajak yang tidak berkerudung, ke pengajian, biar pun tidak berkerudung mereka ikut pengajian, dan setelah lama akhirnya mereka pun jadi berkerudung.
    itu yang saya liat..
    kebanyakan dari kita dakwah tuh keras ( terlalu panatik ),
    contohnya:
    jangan ngaji kesini, kecuali pake kerudung..
    nah itu yang salah….jadi mereka tidak mau ngaji kalu gitu….
    jadi intinya….kita dakwah harus dengan cara baik-baik dengan halus…..
    toh pasti orang yang di dakwahi oleh kita pasti merrasa srett…..dan mereka bisa berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih baik.,..

  17. Jangan dengarkan mreka yg hanya merasa pling bnar tp tdk berbuat apa2 unt negara, kyak pepatah anjing hny bs menggonggong. Dah..ndak usah dengarkn mreka yg kontra, mreka tak sayang pks, lham mm mreka blum kenal pks koq. Tp anehny, klo dsuruh kenalan mlah mencaci maki. Orang spt ni yg pling jauh dr sunnah rosul. Pkiran hrs arib bro.. Pks bersih, peduli, profesional. Yg lainy wes.. Ewes ewes.. Bablas omongane thok.

  18. Setuju mas….
    ni orang yang nge posting iri kali ya….melihat kesuksesan PKS
    bisanya cuma mencela…..

    cepe dech…..:-D

  19. buat bung @roel : siapa yang iri sama PKS? anda terlalu bangga dengan PKS anda, ngapai saya dan kaum muslimin yang tidak mengambil jalan demokrasi harus iri, bukankah metode dakwah yang benar itu ada dan banyak? Demokrasi bukanlah satu2nya metode dakwah. Jadi postingan yang berkaitan dengan PKS di blog ini bukanlah bentuk celaan, tetapi sebuah ingatan, agar orang-orang PKS jangan terlalu bangga dan menganggap paling benar, sehingga segala cara ditempuh untuk mendulang suara. Jika Anda kurang puas anda bisa kunjungi link : http://www.pkswatch.blogspot.com.
    Buat bung @buAmir : Siapa yang mencaci maki? Siapa yang tidak mau kenalan sama orang PKS? Tanggapan Anda terlalu berlebihan. Justru, banyaknya kritikan buat PKS, berarti umat Islam perhatian terhadap PKS, khawatir PKS akan ditimpa musibah sebagaimana menimpa partai-partai Islam sebelumnya, yang hanya ditipu dan dizhalimi. Kemudian, jika Anda mengatakan PKS adalah partai yang bersih, peduli, profesional, (ini adalah) anggapan yang terlalu berlebih2an, tidakkah Anda mendengar, ada Anggota DPR/MPR yang tertangkap di tempat pijat plus, walaupun beliau tidak melakukan apa2, tp datangnya beliau menjadikan muruah berkurang, dan itu menjadi bulan2an bagi kaum muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah Pak Tifatul Sembiring mengatakan PKS adalah partai bersih dan macem2 lah. Jadi, jangan terlalu berlebih2an. Orang yang masih hidup di dunia ini, tidak akan selamat dari fitnah, baik fitnah dunia maupun syahwat. Wallahu A’lam bish Shawab. Jazakumullahu khoiron atas kunjungannya.🙂

  20. Abdullah Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Sesungguhnya orang yang hidup belum tentu selamat dari fitnah (baik fitnah syahwat maupun syahwat). Karenanya ikutilah orang-orang yang telah mati yakni para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

  21. beuh kalau ingatan jangan kaya gini donk..
    seharusnya yang fositif…
    jangan dengan Ghibah + sebarin aib orang
    hmz…bukankah anda yang merasa paling benar?
    anda belum tau kan kegiatan2 PKS gimana?

  22. Jangan sombong mas @roel…dari dulu Anda menanyakan anda belum tau kan kegiatan2 PKS? Saya pernah mengikuti salah satu kegiatan PKS untuk pesantren kilat di Bandung, tau ndk apa yang dilakukan? Pada malam hari, akhwat dan ikhwan masak bareng di dapur, sambil ketawa dan ketiwi, cekakak cekikik, padahal yang akhwat mengenakan jilbab besar, dan ikhwan jenggotan, banggakah anda dengan kegiatan tersebut???? Adapun menyebarkan aib seseorang dibolehkan oleh para ulama, dalam rangka mengingatkan manusia agar tidak terjerumus dan tidak terkena fitnah orang tersebut. Jadi tidak selamanya ghibah itu diharamkan bung @roel. Wallahu A’lamu bish Shawab.

  23. Buat bung aroel:
    belajarlah menerima saran & kritik, toh itu utk kebaikan bersama. Di dunia ini gak ada jama’ah yg sempurna, semua pasti punya kekurangan. Demikian juga kaferemaja pasti juga punya kekurangan. Kewajiban kita adalah saling mengingatkan, tawaa shou bilhaq wa tawa
    a shou bishobr.
    Jangan bersikap ashobiyah !!
    Jika ingin fanatik, fanatiklah pada islam !

  24. gapapa donk selama tidak melakukan yang melampaui batas..
    lagian itu bukan kholwat…
    cuma masak2 doank…
    masih banyak kegiatan positif nya bung?
    bung cuma liat yang agak jelek nya aja…
    aduh…..baru denger ni soal gibah bisa halal,
    aneh….taqlid ni orang…
    mana dalilnya?

  25. beuh…..gue baru denger juga tu rul….
    aneh ni orang….baru denger gue ustad ngebolehin gibah

    oh jadi anda gibahin pks buat “mengingatkan manusia agar tidak terjerumus dan tidak terkena fitnah”……
    hahaha…..
    mengapa cuma PKS doang?
    banyak partai islam yang lain bung

  26. iya,,,,ya…
    mengapa PKS aja yang dibahas?
    padahal banyak partai islam yang lain
    kataku juga kafe remaja iri ma keberhasilan PKS

    beuh,,,,buat bung abdul malik saya tidak tidak menerima keritikan, saya cuma belajar mempertahankan argumen saya,,,,

  27. Buat bung aroel:
    Astaghfirullah..
    beginilah kalau sudah fanatik pada kelompoknya, ketika ada yg mengingatkan, maka bukannya instropeksi tapi malah marah.
    menurut saya argumen Anda pun lemah, tdk berlandasan dalil dan hanya berlandaskan hawa nafsu (krn kelompoknya diberi saran/ kritik oleh orang lain)
    Yg disampaikan kaferemaja ttg pks adalah suatu fakta, namun anda justru menuduh kaferemaja iri dg pks; suatu jawaban yg blm tentu kebenarannya, krn itu adalah amalan hati, jadi bisa saja dia ikhlas dan bisa saja dia iri, hanya Allah dan dia yg tahu.
    Apakah bung aroel berani memastikan kaferemaja iri ??
    karena jika tuduhannya salah, maka Anda telah memfitnah seseorang.
    wallahu a’lam bisshowab

  28. buat bung @roel, anda dah bc belum apa yg dimaksud dengan kholwat?? baca dulu apa yg dimaksud dngn kholwat??
    buat bung @takur : kenapa saya mengambil PKS, karena dari awal PKS sdh menyatakan partai paling bersih, paling Islami, paling nyunnah, paling salaf, adapun partai2 Islam lainnya mereka ndk pnh mengatakan demikian, karenanya saya ingin membuktikan kepada para pendukung PKS, bahwa tidak ada satu jamaah pun di muka bumi yang makshum dari kesalahan kecuali jamaah para shahabat radhiyallahu anhum, sehingga antum2 jangan sombong, walla tuzakku anfusakum (janganlah kalian sok mensucikan diri kalian), Allah lah yang Mahatahu mana yang suci dari kesalahan dan mana yang tidak. Adapun ghibah, ada yang diperbolehkan, mungkin anda belum belajar, atau ketika liqa belum sampe kesana materinya, karenanya kita jangan fanatis dengan kelompok kita, belajarlah dari orang lain, atau jamaah lain, atau ustadz lain yang bukan jaamaah kita selama mereka mengingatkan kita kepada Al-Haq. Wallahu A’lamu bish Shawab.

  29. kemudian buat mas @roel : saya hanya ingin mengingatkan bahwa dalam blog ini Anda pernah menyatakan bahwa PKS bukan Partai Islam, tapi PKS bisa menegakkan Islam. Ada dua pertanyaan buat Anda : 1) Lantas PKS partai apa? (hanya ada dua Islam dan Non-Islam), 2) kalo Anda mengatakan bahwa PKS bukan partai Islam, mengapa bawa2 nama Islam, pake dalil Islam, kan Anda telah menyatakan bahwa PKS bukan partai Islam, tentunya ndk usah bawa nama-nama Islam, atribut2 Islam, gunakanlah cara PKS sendiri yang tanpa Islam, PKS bisa menegakkan Islam.
    Umar bin Khattab pernah berkata, “Pilar Islam akan terurai sedikit demi sedikit, bila di dalam Islam ada seorang muslim yang hidup tetapi tidak mengenal JAHILIYYAH.”
    Beliau radhiyallahu anhu juga pnh berkata, ” Dulu sebelum datangnya Islam kami berada dalam kehinaan, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan kami dengan Islam, karenanya ingatlah, siapa yang ingin mencari kemuliaan bukan dengan jalan Islam, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghinakannya.”
    Wallahu A’lamu bish Shawab.

  30. Bung @roel baca yang satu ini ya…sampe tuntas jangan sepotong-potong OK!😀

    Bukan karena provokasi dari orang yg pencalonannya dibatalkan oleh KPU..tapi merupakan hasil “ijtihad”

    1 .buat bapak – bapak yang mau berangkat nyoblos ,kenapa anda tidak nyoblos di rumah saja,karena nyoblos dirumah lebih utama daripada nyoblos di TPS yang tidak jelas hukumnya menurut agama kita .

    2. buat ibu – ibu kenapa anda memilih berangkat nyoblos ,padahal melayani suami dirumah lebih utama dan besar pahalanya .

    3. buat pekerja , pedagang ,mahasiswa dan para buruh jangan berangkat nyoblos karena sudah berhari –hari anda beraktivitas dan melakukan rutinitas yang menjemukkan,kenpa tidak anda gunakan waktu luang itu untuk beristirahat dan menyegarkan kembali jiwa dan raga anda , karena jiwa dan raga anda lebih penting daripada untuk hal yang tidak penting .

    4 .buat pelajar jangan berangkat nyoblos karena itu sangat merendahkan keintelektualan anda ,karena anda Cuma akan memilih orang yang tidak lebih pintar daripada anda .

    5 .buat ulama jangan nyoblos karena seburuk – buruknya ulama adalah yang dekat dengan penguasa , dan anda pasti memilih orang yang belum tentu paham dengan ajaran agama .

    fatwa ini tidak mengikat karena Cuma didasari dengan akal saja,dan fatwa ini akan gugur dengan sendirinya bila ada dalil dari ALQURAN dan sunnah NabiNYA ,ijma para ulama salaf dan khalaf serta kesepakatan kaum muslimin seluruh dunia .

    bila anda setuju dengan fatwa ini ,tidak membahayakan aqidah dan agama anda ,yang berbahaya apabila anda memaksa untuk tetap berangkat nyoblos karena berarti anda menyerahkan hidup anda dan masa depan negeri ini kepada orang yang tidak jelas tujuan dan orientasi hidupnya .

    fatwa ini turun karena dilihat secara akal tidak mungkin bila kebenaran diperjuangkan dengan cara keburukan dan tidak jelas darimana biaya untuk mendanainya padahal ALLAH hanya menerima amal yang dilakukan sesuai dengan sunnahNYA .

    bila anda masih nekat untuk berangkat nyoblos , saya Cuma bisa berkata , “saksikan ya ALLAH hamba telah menyampaikannya . wassalam

  31. @Abdul malik
    beuh….capa yang gak mau nerima kritikan…
    saya cuma mempertahankan argumen,
    lagian ni orang yang posting banyak yang melebih-lebihkan,mempropokasi orang

    @kaferemaja
    kalau gitu apa definisi khalwat menurut anda?

    PKS partai nasionalis..
    tetapi punya visi misi menjalankan sariat islam..
    uda berapa kali saya bilang…

    nah saya mau nanya?
    kalau gitu kaferemaja mau milih parpol apa nanti? atau mau golput?

  32. @golput boleh
    beuh ni orang gak mikir ya…
    bung banyak biaya yang dikeluarin oleh pemerintah bwat pemilu?
    napa kita nyia2in? dengan tidak ikut nyontreng.
    mubadzirkan?
    terus kita kan orang islam, kita pilih saja yang udah jelas keislamannya.

    “apabila anda memaksa untuk tetap berangkat nyoblos karena berarti anda menyerahkan hidup anda dan masa depan negeri ini kepada orang yang tidak jelas tujuan dan orientasi hidupnya”

    beuh…justru dengan gak nyoblos berarti anda menyerahkan hidup anda dan masa depan negeri ini kepada orang yang tidak jelas tujuan dan orientasi hidupnya bahkan bisa orang kafir.

    anda gak mikir apa?
    kalau orang islam gak nyoblos dan gak memilih orang islam yang mencalonkan,
    jadi suara orang islam kalah donk, pasti menang orang kafir.

    lagian tu urusan dunia jadi boleh2 aja…

    kalau gitu gimana kita mau mempertahankan sariat islam kalau kita tidak nyoblos orang2 islam?
    anda mau diam aja? cuma nonton doang?

  33. @roel masa gthu mas ?

    Kuk ga mendingan buat rakyat laennya aj yang membutuhkan ?

    toh nantinya kertas2 suara ituu juga cma mau di coret2 aj.. saya pikir ga cma orang yg paham agama aj yang pilih golput kuk..

    orang2 kecil jga g tau harus milih ap.. padda mumet..

    saya sarankan wat orang2 kecil : “demo aj mas pak bu! biar uangny yg buat pemilu d pke mensejahterakan rakyat..

    orang kecil menjawab : ” setuju mas Rull..!!”
    🙂

  34. apalah daya mas…
    itu peraturan pemerintah…
    makanya kita harus ganti pemerintahan kita dengan yang lebh islami….
    terus hapusin tu anggaran buat dana pemilu yang terlalu besar,,,
    terus bagaimana orang islam itu bisa ada diatas pemerintahan kita…
    caranya dengan kita tidak golput…
    kita pilih calon pemimpin yang menurut kita islami…

  35. Sapa mas?

  36. hehehehe,,,,,
    maaf maksudnya mbak…
    hehehe

  37. moncong putih itu berarti moncongnya panuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s