Daily Archives: 27 Oktober, 2008

Indonesia Mengundang Azab Allah

JAKARTA Terdakwa kasus insiden Monas 1 Juni lalu Habib Rizieq dan Munarman, melalui kuasa hukumnya, melaporkan ke Komnas HAM perihal dilarangnya keluarga dan kerabat mengunjungi keduanya di tahanan Polda Metro Jaya.

“Padahal dalam KUHP dan peraturan penjara pun memperbolehkan tahanan bertemu dengan keluarga atau kerabat,” ujar kata kuasa hukum Habib Rizieq dan Munarman, Syamsul Bahri Radjam di Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Senin (27/10/2008).

Syamsul menceritakan, 23 September kemarin, keluarga Habib Rizieq serta anggota FPI datang ke penjara untuk menjenguk Habib Rizieq dan Munarman, tapi mereka tidak diperbolehkan bertemu langsung.

“Istri dan anak Habib Rizieq sampai harus berjemur seharian untuk menunggu izin bertemu. Tapi sampai sore, izin tersebut tidak keluar. Bahkan kerabat Rizieq, ustad Abu, yang datang dari Solo juga tidak diperbolahkan bertemu,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Syamsul pun mencium adanya intervensi dari pihak tertentu untuk tidak memperbolehkan Habib Rizieq dan Munarman menerima kunjungan dan berinteraksi dengan dunia luar. “Larangan ini mencerminkan bahwa pihak kepolisian tidak profesional,” tegasnya.

Selain hak untuk bertemu dilarang polisi, kabarnya Habib Rizieq dan Munarman juga dilarang untuk melakukan salat. Salah satu murid Rizieq, ustad Tubagus, mengatakan bahwa sejak malam takbiran ada indikasi pelarangan ibadah karena Rizieq dan Munarman dilarang untuk melakukan takbiran di penjara.

“Saya mendengar bahwa ada penarikan sarung bagi tahanan lain yang mengikuti pengajian Habib Rizieq dan Munarman di tahanan. Masak beribadah saja juga dilarang,” keluhnya.

Sedangkan komnas HAM melalui wakil ketuanya, M.Ridha Saleh, mengatakan bahwa pihaknya akan segera meminta klarifikasi dan mengirimkan surat ke Polda atas kejanggalan yang terjadi.

“Hari ini kami langsung membuat dan mengirim surat keterangan ke Polda,” ujarnya.

Eksekutor Amrozi Cs Pasti Mati Juga

JAKARTA (arrahmah.com) – Sebelumnya Kejaksaan Agung menyatakan akan mengeksekusi ketiganya sebelum bulan Ramadhan.


Kini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi dan kawan-kawan, akan dilaksanakan pada awal November 2008 mendatang. “Pelaksanaan eksekusi Amrozi dan kawan-kawan awal November 2008,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Jasman Pandjaitan, di Jakarta, Jumat (24/10).


Kapuspenkum menyatakan upaya hukum Amrozi dan kawan-kawan sudah final dan mengikat. “Ketiga terpidana tidak mengajukan grasi, sehingga eksekusi segera dilakukan,” katanya.
Baca lebih lanjut

Kota “Mesum” Siapa Yang Salah?

INDRAMAYU (Pos Kota) Minggu 26 Oktober 2008, Jam: 7:14:00 – Indramayu kembali menjadi berita. Masih belum lekang dari ingatan tentang kasus tewasnya puluhan warga akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Lalu tudingan bahwa Indramayu jadi kantong penjualan wanita (trafficking). Kini, merebak pula kasus seks bebas di kalangan remaja di kota yang terkenal dengan mangganya itu.

Khusus kasus trafficking (baca halaman 7 A: Indramayu jadi kantong trafficking), pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Indramayu telah berupaya menekan perkembangan kasus tersebut.

Lantas, bagaimana dengan maraknya kasus seks bebas di Indramayu? Untuk hal itu, tentu saja membuat cemas kalangan orangtua. “Siapapun orangtua pasti marah dan cemas kalau sampai mendengar anaknya terlibat seks bebas,” kata Husen, 48 warga Kecamatan Indramayu.

Yang geram, ternyata bukan hanya kalangan orangtua, pihak Satpol PP pun jadi kebakaran jenggot. Pasalnya, lokasi yang dijadikan untuk seks bebas , selain hotel dan losmen, juga dilakukan di tempat-tempat terbuka. Seperti fasilitas umum, sarana olahraga, bahkan di padang rumput yang selama ini dikenal sebagai tempat kegiatan perkemahan Pramuka.

Sudah jadi rahasia umum, tempat-tempat seperti Sport Center dikenal sebagai lokasi ngeseks. Dipilihnya Sport Center karena selain gratis, lokasinya sepi dan malam hari gelap.

Selain Sport Center, di Kota Indramayu, padang rumput Janggleng Desa Jatimunggul, Kec. Terisi, Indramayu pun sudah cukup lama dikenal sebagai tempat mesum kalangan remaja atau siapa saja. Padang rumput ini cukup luas. Letaknya di tepi hutan Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Jatimunggul yang pada malam hari relatif sepi dan gelap. Bahkan jauh dari pemukiman penduduk. Baca lebih lanjut