Kota “Mesum” Siapa Yang Salah?

INDRAMAYU (Pos Kota) Minggu 26 Oktober 2008, Jam: 7:14:00 – Indramayu kembali menjadi berita. Masih belum lekang dari ingatan tentang kasus tewasnya puluhan warga akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Lalu tudingan bahwa Indramayu jadi kantong penjualan wanita (trafficking). Kini, merebak pula kasus seks bebas di kalangan remaja di kota yang terkenal dengan mangganya itu.

Khusus kasus trafficking (baca halaman 7 A: Indramayu jadi kantong trafficking), pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Indramayu telah berupaya menekan perkembangan kasus tersebut.

Lantas, bagaimana dengan maraknya kasus seks bebas di Indramayu? Untuk hal itu, tentu saja membuat cemas kalangan orangtua. “Siapapun orangtua pasti marah dan cemas kalau sampai mendengar anaknya terlibat seks bebas,” kata Husen, 48 warga Kecamatan Indramayu.

Yang geram, ternyata bukan hanya kalangan orangtua, pihak Satpol PP pun jadi kebakaran jenggot. Pasalnya, lokasi yang dijadikan untuk seks bebas , selain hotel dan losmen, juga dilakukan di tempat-tempat terbuka. Seperti fasilitas umum, sarana olahraga, bahkan di padang rumput yang selama ini dikenal sebagai tempat kegiatan perkemahan Pramuka.

Sudah jadi rahasia umum, tempat-tempat seperti Sport Center dikenal sebagai lokasi ngeseks. Dipilihnya Sport Center karena selain gratis, lokasinya sepi dan malam hari gelap.

Selain Sport Center, di Kota Indramayu, padang rumput Janggleng Desa Jatimunggul, Kec. Terisi, Indramayu pun sudah cukup lama dikenal sebagai tempat mesum kalangan remaja atau siapa saja. Padang rumput ini cukup luas. Letaknya di tepi hutan Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Jatimunggul yang pada malam hari relatif sepi dan gelap. Bahkan jauh dari pemukiman penduduk.

PERIODIK DIRAZIA

Dinas Trantib Indramayu tidak tinggal diam menghadapi berkembangnya kegiatan maksiat di lokasi-lokasi yang menjadi fasilitas umum.

Kepala Dinas Trantib Kab.Indramayu Drs.H. Yan Mulyantoro, MM dijumpai Pos Kota di ruang kerjanya, Sabtu (25/10) mengemukakan, Dinas Trantib secara periodik melaksanakan operasi penertiban malam hari di lokasi-lokasi yang dipandang rawan sebagai tempat maksiat.

Hanya saja, diakui Yan Mulyantoro, wilayah KabipatenIndramayu ini cukup luas. Oleh sebab itu pihaknya meminta koordinasi aparat terkait. Terutama pada tingkat kecamatan, melakukan operasi periodik pula di wilayahnya. Jika operasi dilakukan perodik mudah-mudahan efeknya bisa mengurangi kegiatan yang menjurus maksiat.

Sebenarnya lanjut dia, fasilitas umum dijadikan tempat pacaran atau lokasi gaul itu bukan cuma di Indramayu. Di daerah lain pun sama saja. “Khusus di Indramayu, apabila masih ada orang berpacaran di lokasi fasilitas umum, diatas jam 23:00 WIB maka mereka bakal terjaring operasi,” katanya.

Mereka yang berpacaran dan terjaring saat operasi Dinas Trantib tidak langsung masuk tahanan atau dikurung. Tapi di data. Mereka disuruh menandatangani surat pernyataan, tidak mengulangi perbuatan itu. Orang tuanya juga dipanggil agar mengetahui sepak terjang anaknya. “Dalam operasi malam hari ini Dinas Trantib sifatnya baru sebatas melakukan pembinaan saja,” ujarnya.

BERPINDAH-PINDAH

Aktifitas seks di kalangan remaja ini tempatnya cenderung berpindah-pindah. Hal itu berkaitan dengan keamanan. Bila dirasa ngeseks di satu tempat tak aman lagi, karena misalnya lokasi itu sering dirazia petugas atau Satpam, mereka akan berpindah ke lokasi lain yang dianggap aman.

Seks bebas itu awalnya sering dipergoki warga di sekitar Wisma Haji Indramayu, Jalan Olah Raga yang sepi dan gelap. Setelah tercium Satpol PP, lokasi itu sering dirazia. Membuat pasangan kencan merasa tidak aman dan nyaman mereka pun berpindah ke lokasi lain yaitu komplek Islamic Center di Jalan Gatot Subroto Indramayu. Di tempat ini semula dianggap aman dan sepi lantaran jarang disentuh razia Satpol PP.

Lama-lama petugas mencium gelagat tidak beres di sekitar Islamic Center. Pemkab Indramayu pun menugaskan Satpam Sunata, 58 mengamankan lokasi itu.

“Saat pertama menjaga Islamic Center, saya sempat memergoki 6 pasang remaja sedang berkencan di rerumputan. Bahkan, ada sepasang remaja kepergok bugil,” kata Sunata.

“Saat patroli pukul 23:00 WIB, saya melihat sejumlah sepeda motor diparkir di tempat sepi dan gelap. Saya penasaran mencari tahu siapa pemilik sepeda motor itu. Saat baru melangkah di sekitar aula, saya memergoki beberapa pasang remaja sedang begituan,” imbuhnya.

Hubungan intim di luar nikah yang melanda remaja, kata Oji,19, pemuda di Indramayu, lebih banyak dilakukan atas dasar suka sama suka. “Mereka ngelakuin seperti itu dasarnya karena rela saja. Prianya rela dan wanitanya pun tak keberatan,” ujarnya.

Disebutkan, ngeseks itu sekadar ingin tahu saja. “Awalnya kami sama-sama sering melihat adegan mesum di HP maupun di internet. Lama-lama tertarik pada ingin ngerasain,” katanya.

Setelah beberapa kali melakukan hal itu, diakui seperti ketagihan. “Malam minggu sering keluar rumah naik motor menuju ke Janggleng. Disana tempatnya sepi dan gelap. Walaupun tempatnya sepi dan gelap terkadang ada juga warga yang tiba-tiba lewat sehingga membuat kita kaget,” ujarnya.

Untuk mengatasi berkembangnya seks bebas di kalangan remaja, beberapa waktu lalu Satpol PP merazia HP milik siswa-siswi SMP maupun SMA/SMK. Hasilnya, dua siswa SMA Negeri di Indramayu ketahuan memiliki adegan mesum sepasang bule di ponselnya.

Kendati adegan mesum itu tak sengaja dimiliki siswa, lantaran siswa tersebut membeli HP bekas yang di dalamnya ada adegan mesumnya, tapi HP itu tetap diamankan Satpol PP lantaran khawatir disalahgunakan pelajar.

Diduga banyak remaja di Indramayu memilik HP yang isinya beradegan mesum. Baik yang mereka lakukan sendiri atau orang lain. Hanya saja, ketika operasi dilakukan, rupanya banyak dari kalangan remaja tersebut sudah mengetahuinya sehingga degan mesum itu buru-buru dibuang.

One response to “Kota “Mesum” Siapa Yang Salah?

  1. GRATIS RAMALAN jawa,sarang burung walet, JIMAT JUDI ampuh
    Mustika pelet cinta,ASLI DAYAK, AMPUH
    di: http://www.dayaka.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s