Nikah Tanpa Pacaran? (mungkinkah?)

Nikah tanpa pacaran??? Sebagian pemuda dan pemudi Islam menganggapnya ndak mungkin, karena menurut mereka-mereka nich….pacaran adalah ajang untuk mengenal satu-sama lainnya, mendekatkan hati, menyatukan prinsip, visi, dan misi, walaupun terkadang kebablasan….menyatukan tubuh-tubuh mereka (kalo dh begini, semuany jadi berabe)….hehehe.

Truzzzzzz, mungkinkah kite2 nikah tanpa pacaran? Lihat nich di bawah, pendapat sebagian remaja Islam tentang masalah ini….

Maz Rahmad (Siswa SMK Muhammadiyah 1 Boyolali) :

“Nikah tanpa pacaran hal tersebut lebih baik bagi seorang muslim, apalagi pacaran itu kan salah satu pintu menuju perzinahan, dan dilarang dalam Islam.”

Mbak Sevi (Siswi SMAN 1 Boyolali) :

“Nikah tanpa pacaran………….? Mungkin doooong………! Malahan bagus tuch. Yang benar pacaran itu setelah akad nikah, selain ga’ nambah dosa juga malahan nambah pahala.”

Mbak Fitri (Siswi SMU Swasta Teras, Boyolali) :

“Pacaran tanpa nikah, Mungkinkah???? Nikah tanpa pacaran….??? Ya………mungkin tho’.”

Maz Mulyadi (Pedagang di Boyolali) :

“Menurut aku, Nikah tanpa pacaran itu banyak maslahatnya, tapi pacaran baru nikah pasti banyak madharatnya.”

Maz Tanto (Tukang Bengkel, di Boyolali) :

“Nikah tanpa pacaran Asyiiiik lho…..ko’ bisa, karena pacaran setelah nikah banyak keuntungannya, bercumbunya saja ibadah apalagi mbahnya bercumbu. Poko’e nikah tanpa pacaran endah lhooooo.”

“Jadi, temen2 bloger muslim…yakinlah tanpa pacaran qite2 bisa Nikah. Dan itu lebih indah dan lebih asyik. So…..ndak usah pacaran, dan jangan takut jadi JOMBLO, tuch dah banyak contoh mereka yang SUKA PACARAN, jadinya dapet title MBA (Married By Accident). Setujukah Andaaaaaaaaa???”

6 responses to “Nikah Tanpa Pacaran? (mungkinkah?)

  1. Kalo aq sih lebih milih pacaran dulu baru nikah, pacaran kan untuk saling belajar memahami, saling berbagi, saling mengerti, dan saling lainnya !. Jadi waktu nikah gak kaku lagi, apalagi waktu MP !😀

  2. inget, pacaran itu banyak mudharatnya. Kalau mau berbagi ya sama Allah saja. Kalau belajar memahami, takutnya yang dipahami cuman pura-pura saja. Saat pacaran kaya malaikat, udah nikah baru tanduknya keluar.

  3. Mungkinlah, ….. hihihihi….

  4. assalamualaiku,pacarn sebekum nikah?mungkinkah?mungkin bgt……..,dan pastoi romantis…susah?ga kl kita sm” mempunyai kemauan untuk membuka diri dan mengenal satu sm lain..iya ga sih? hehhehehehheee…,Allahu Alam..

    wassalamualaikum,

  5. kenapa tidak?
    justru dengan jalan begitu kita akan lebih mengerti maknanya “CINTA”

  6. pacaran setelah nikah perlu diprogandakan nih…secara penelitian, pecaran dulu banyak negatifnya….alasan yang gak masuk akal kalau mereka pecaran katanya ingin penjajakan, tapi nyatanya tidak…!!!
    yang menjadi korban tetap si wanita, apalagi di dalam Islam tidak ada aturan yang bernama ‘pacaran’….
    tapi kenyataan di lapangan masih banyak ajang pacaran, walau akhirnya tidak sampai nikah atau bahkan hamil duluan…
    sebaiknya pacaran setelah nikah itu malah halal, mau gandeng tangan di jalan, pelukan, bahkan ciuman halal-halal saja….(tapi di rumah saja deh)…
    salam buat semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s