Oleh-oleh dari Jakarta : Ibu Tiri Tidak Sekejam Ibu Kota (benarkah?)

Ibu tiri tidak sekejam ibu kota….demikianlah ungkapan sebagian orang jika ditanya tentang ibu kota Indonesia, Jakarta.

macetKetika saya menginjakkan kaki saya di ibu kota Jakarta 3 hari yang lalu, ibu kota Jakarta langsung mempertontonkan kepada kita bagaimana ibu kota Jakarta itu memperlakukan orang-orang yang tinggal di wilayahnya. Inilah sebagian gambaran ibu kota Jakarta :

Kemacetan. (kalo ini sudah pasti, bahkan seorang dosen UI pernah bilang kepada saya bahwa jumlah kendaraan di Jakarta dengan jumlah ruas jalannya, lebih banyak jumlah kendaraannya). Bayangkan aja…..gimana tuch! Bahkan sepupu saya yang kerja di ANTV di jalan Rasuna Said pernah cerita, kalo dia terus kerja di Jakarta, bisa-bisa umur hidupnya, habis di jalan….wah kaciaan banget ya!

Kali dan Got yang tidak ada salurannya, dan baunya…..ndk ketahan dech. (Coba aja jalan-jalan ke kota Jakarta, hujan dikit langsung banjir, bau got yang sangat busuk bahkan tidak ke tahan dech kita menciumnya)

Polusi udara. (Kalo ini sudh tentu, pepohonan habis ditumbangi, sawah-sawah mulai tumbuh perumahan dan gedung-gedung bertingkat, membuat mereka yang hidup di Jakarta sulit untuk mendapatkan udara yang segar bahkan air yang segar)

Kejahatan. (Ini yang sangat berbahaya dan mengerikan. Mabes Polri menyatakan bahwa setiap 9 menit sekali, sebuah kejahatan terjadi di Jakarta, dari jenis kejahatan yang paling kecil sampai yang kelas kakap, itu lhoh…korupsi/kolusi/dan nepotisme)

Bunuh diri. (Mungkin sdh ndk kuat lagi hidup di ibu kota Jakarta, akhirnya ya lebih cepat mati lebih baik kalieeeee, bunuh diri pun dilakukan). Tapi Anda jangan coba-coba lho….

Kekumuhan. (Siapa yang nyangka, di balik gedung-gedung mewah pencakar langit terdapat rumah-rumah kumuh, tempat-tempat tinggal yang sebenarnya tidak layak untuk ditempati). Ya maklumlah….Presiden dan pejabatnya hanya liat gedung-gedung yang mewah aja, jadinya ya itu…Jakarta adalah kota mewah, kota metropolitan, tapi kalo kita liat di pinggir kali, pinggir-pinggir rel kereta api, kota Jakarta hanyalah kota kumuh.

Apalagi ya….capek dech menulisnya…suatu saat akan saya sambung lagi ceritanya….mungkin ada betulnya juga tuch pepatah “Ibu tiri tidak sekejam Ibu Kota.”

2 responses to “Oleh-oleh dari Jakarta : Ibu Tiri Tidak Sekejam Ibu Kota (benarkah?)

  1. Hihihi…
    Sebaiknya ibu kota diganti saja….
    Jakarta itu udh over load…

  2. gimana kalo dipindah ke bukittinggi?udaranya msh fresh,bebas polusi,ga macet lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s