Fatwa Haram Golput Untuk Siapa? (Sikap Bijaksana Terhadap Fatwa MUI)

mprselamat01

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui sidang yang dilakukan di Padang Panjang telah memutuskan bahwa kaum muslimin yang tidak memilih pada Pemilu akan datang, padahal ada calon-calon legislatif (capres dan cawapres) yang memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan oleh Islam maka hukumnya adalah haram.

Fatwa ini menjadi “HOT NEWS” dalam bulan ini, apalagi media massa dan cetak membuat judul berita mereka dengan “FATWA HARAM GOLPUT”, apa tujuannya? Sudah pasti, uang dan omzet miliyaran bahkan mungkin trilyunan rupiah. Ironisnya, tidak sedikit kaum muslimin yang ‘simpatisan atau anggota’ sebuah partai politik tertentu menjadikan ‘FATWA’ ini sebagai ‘DALIL QATH’I’ untuk menekan dan menyerang kaum muslimin yang selama ini tidak menggunakan hak pilihnya. Bahkan menuduh mereka dengan berbagai macam tuduhan dan fitnah. Dan menjadikan ‘FATWA’ ini senjata pamungkas akan kebolehan demokrasi dan masuk ke dalam majelis-majelis parlemen.

Ada tidak sih FATWA HARAMNYA GOLPUT?

Soal fatwa haramnya Golput?

Fatwa haramnya Golput itu tidak ada. Ini bahasa wartawwn saja. Sebenarnya yang ada itu fatwa menggunakan hak suara. Fatwa untuk memilih pemimpin yang memenuhi syarat yg tercantum dalam draft fatwa itu. Secara tidak langsung, intinya tetap, harus memilih.

Maksudnya?

Jadi, tetap wajib memilih meski ada pemimpin yang ada tidak memenuhi kriteria. Setidaknya ada yang terbaik dari sekian calon itu.

Apa ini pesanan pemerintah?

Awalnya memang berasal dari Pak Hidayat (Ketua MPR Hidayat Nurwahid-red)  secara tidak formal. Kemudian, MUI menindak lanjuti mengingat masalah ini terkait dengan kepentingan umat.

MUI mulai tergoda masuk wilayah poitik praktis?

Itu hanya orang yang tidak senang dengan MUI saja. Mereka pakai kacamata hitam. Jadi semua yang dilihat  gelap.

(Wawancara wartawan majalah sabili dengan ketua MUI, KH. Kholil Ridwan : www.sabili.co.id)

Apa itu GOLPUT?

Golput adalah sebuah istilah yang digunakan oleh para pendukung DEMOKRASI yang tidak puas dengan demokrasi itu. Apakah karena pemimpin mereka tidak terpilih, partai mereka tidak lolos sebagai parpol pemilu, atau karena tugas-tugas wakil mereka tidak sesuai dengan harapan mereka. Jadi golput adalah sebuah istilah yang digunakan oleh para pendukung demokrasi karena tidak puas dengan kebijaksanaan demokrasi itu sendiri.

Menyikapi Fatwa MUI diatas bagaimana?

Yang paling bijaksana adalah (ini adalah pendapat kami, dan kebenaran mutlak hanya ada pada tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala), bahwa fatwa golput itu ditujukan kepada kaum muslimin yang menjadi pendukung demokrasi dan simpatisan (pendukung) sebuah parpol tertentu, agar mereka tetap menggunakan hak pilih mereka, dan jangan kekecewaan mereka kepada pemerintah yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik menjadi alasan bagi mereka untuk tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Adapun kaum muslimin, yang tidak pernah mendukung demokrasi dan tidak pernah menjadi simpatisan apalagi anggota sebuah parpol tertentu, dari sejak awal tidak pernah mengenal Golput dan tidak Golput (karena kedua-duanya adalah bagian demokrasi). Tidak ikut Pemilu karena ingin menyelamatkan aqidah Islam yang lurus, yang berdasarkan kepada dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta aqwal para ulama, dalam rangka menerapkan Al-Wala’ wal Bara’. Sehingga fatwa haramnya Golput tidak tertuju kepada mereka. Sehingga bagi kaum muslimin yang ‘tidak menggunakan hak pilihnya’ pada pemilu akan datang tidak usah khawatir, apalagi sebuah fatwa itu sifatnya adalah ‘ghairu mulzami’ (tidak mesti dilaksanakan) apabila adalah dalil-dalil qath’i yang bertentangan dengan fatwa tersebut. Wallahu A’lamu bish Shawab.

11 responses to “Fatwa Haram Golput Untuk Siapa? (Sikap Bijaksana Terhadap Fatwa MUI)

  1. bagaimana kl yang menang partai abangan yang mendominasi (yang menang) .akibat GOLput shigga kebijakanya merugikan umat Islam?

  2. hallo salam kenal semuanya, saya itu heran klo menyoblos itu dikatakan hak dan bukan kewajiban mengapa golput harus ada dikenakan hukum haram oleh MUI,harusnya MUI mengkaji hal itu?jadinya janggal gitu kan padahal itu toh urusan individu dan sifatnya tertutub.

  3. Saya setuju dengan Fatwa ulama…
    orang islam jangan Golput…
    coz bisaa merugikan islam sendiri…
    bener gak?

  4. Biaya Pemilu itu mahal, masa kita memubadirin biaya pemilu dengan bergolput.
    Makanya gada salah nya kita ikut berdemokrasi dengan mensukjseskan pemilu 2009 ini.
    Kita pilih aja mana yang baik bwat kita (orang islam)

  5. “Jadi, tetap wajib memilih meski ada pemimpin yang ada tidak memenuhi kriteria. Setidaknya ada yang terbaik dari sekian calon itu”.

    beuh pilih yang terbaik donk?
    orang2 islam juga banyal kan yang nyalonin?
    kita pilih aja yang uda terlihat lebih baik keislamannya.
    daripada cuma diam (golput)…..
    malah bikin parah…..

  6. ^^^
    ^^^
    udah tau biaya demokrasi mahal… masih aja dipake… demokrasi = mubadzir, lagian ada gak demokrasi dalam islam? ini dong yang dikaji…

  7. beuh… kan kita idup di negara demokrasi,
    maka kita harus ikut berdemokrasi…
    terus kalau gak ikkut berarti kita dah mubadzirin uang biaya pemilu….
    sayangkan?

  8. Apakah kalau kita berada di masyarakat yang suka menyembah batu, kita juga akan ikut mereka menyembah batu untuk mendakwahi mereka ?!

    Apakah kalau kalau masyarakat kita suka minum-minuman keras, kita juga ikut dalam “kebiasaan” mereka (yaitu mabuk) untuk mengubah mereka ?!

    Apabila kita di lingkungan (negara) yang sebagian masyarakatnya suka mengadakan tradisi nenek moyang (misalnya acara memberi sesaji kepada penguasa laut), apakah kita juga akan ikut2an ?!
    yaitu dengan tujuan agar dapat diterima dan tidak dibenci masyarakat (karena notabene mereka masih awam dan fanatik); baru kemudian setelah mereka sudah suka pada kita, kita dakwahi mereka ?!

  9. iya….kita dakwahin….mereka…
    tapi kita gakan bisa rubah mereka…
    kecuali kita berdemokrasi dulu…
    terus kita rubah sistem pemerintahan kita…
    kalau cuma dakwah doank gakan mempan

  10. assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang…
    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  11. Hohoho lucunya mas aroel..

    brarti dy mau jadi musyrik dlu baru ngajakin orang tuk beriman.. hehe

    bedakan dunk mas.. mana yang di dahuluin antara tauhid dan metode da’wah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s