Sikap Kita Terhadap Masalah Palestina

1039011243_990d764ad7_dProlog

Kekejaman Yahudi Zionist kembali dipertontonkan oleh Israel kepada dunia. Tanpa belas kasihan mereka memborbardir kaum muslimin Gaza, siang dan malam, dari daratan, lautan, dan udara. Lebih seribu orang yang meninggal dunia, termasuk wanita dan anak-anak, ribuan luka-luka, kerugian materi tidak usah ditanya. Bagaimana tanggapan dunia? Dunia Arab melempem, padahal kekuatan dunia Arab jauh lebih besar dibandingkan Israel yang tidak punya apa-apa. Tetapi seakan-akan tidak berdaya. Lantas ada apa dengan Israel? Benarkah mereka sangat kuat? Atau hanya mitos belaka.

Sejarah Pendudukan Yahudi di Palestina

Sebelumnya mereka adalah bangsa yang terlunta-lunta tanpa tempat tinggal. Tak satu pun bangsa lain di dunia ini yang rela ditumpangi karena khawatir prilaku licik mereka yang selalu kelewatan. Kelicikan ini didukung pula oleh kecerdasannya yang konon memang lumayan. Akibat tersohornya kelicikan ini sampai-sampai bangsa Jerman sempat berhasrat untuk melenyapkan mereka dari muka bumi.

Yahudi. Ya merekalah si Yahudi itu.

Lalu entah darimana tiba-tiba mereka teringat dengan [konon] tanah para leluhurnya yang dulu-dulu sekali itu (yaitu daerah palestina plus sekitarnya sekarang). Opininya adalah tanah itu merupakan tanah nenek moyang yang mereka akui dari keturunan Nabi Musa ‘Alaihissalam dulu. Duh, padahal kita tahu ajaran Nabi Musa sendiri mereka khianati.

Lalu dirancanglah skenario itu.

Dengan dibantu oleh bangsa-bangsa lain yang ketakutan tanahnya sendiri direbut oleh si Yahudi ini maka strategi licik itu dimulai. Mulanya sempat tanah yang ditentukan itu adalah dataran Brazil sekarang, Argentina dan Uganda  dan sampai akhirnya mereka memutuskan daerah Palestina saja. Apalagi mereka bisa menggunakan alasan historis dan kitab suci untuk merebut daerah Palestina plus-plus tersebut.

Penguasa di Palestina saat itu pada mulanya sangat kuat dan konsisten dalam mempertahankan tanahnya sendiri. Jangankan di jual sejengkal, untuk ditumpangi sekejap saja pun tidak digubris setiap si Yahudi atau calo-calonya mencoba mencari simpati di awal skenario tadi.

Tapi apa akhirnya …

Yah begitulah… mereka memang licik bersama dengan kecerdikannya.

Sebagian dari bangsa palestina dan arab lain pada waktu itu ada juga yang lengah, apalagi saat kolonial Inggris berhasil menjajah. Pada mulanya istilah numpang. “Bolehkah kami numpang di daerahmu ini sebentaa…aar aja, masalahnya kami dimana-mana diusir dan dipencilkan oleh bangsa lain, apa kalian tidak kasihan dengan kami ?” Katakanlah pada mulanya mereka diberi tumpangan atas dasar belas kasihan. Lama kelamaan mereka bisa membeli, di waktu berikutnya merebut, dan sekarang mereka merasa memiliki. “Ini tanah kami lho“, katanya. “Tuhan memang menghadiahkannya untuk kami“.

Lalu pelan-pelan mereka terus mengatur siasat untuk dapat mengusir sang tuan rumah dari tanahnya sendiri.

Sedari dahulu bangsa Yahudi ini memang begitu. Mereka seperti ditakdirkan untuk menjadi ujian bagi manusia lain di kehidupan ini. Mereka berkali-kali mencoba membunuh para Rasul Allah (seperti kasus Nabi Isa ‘Alahissalam), mengobrak-abrik ajaran para utusan-Nya itu dan selalu menindas manusia lain saat diberi kekuasaan (kekuatan) sedikit saja.

Begitulah seperti halnya yang kita saksikan akhir-akhir ini.

Allah seperti memberi kesempatan pada kita untuk menyaksikan dan membuktikan akan kebejatan mereka setelah ada sebagian dari saudara-saudara kita yang tertipu. Tertipu dengan alasan-alasan kemanusiaannya (humanisme), tertipu dengan alasan kesamaannya (pluralisme) dan tertipu dengan logika pemaksaan pembenaran (apologis) yang dirancangnya.

Sebagian memang ada bangsa Yahudi ini yang baik, yang tersadar dari fitrahnya, seperti halnya di zaman Rasulullah terdapat sejumlah yahudi yang menjadi muslim.

Tapi Yahudi-Israel yang kita saksikan saat ini benar-benar telah membukakan mata kita sendiri bahwa mereka memang musuh kita yang benar-benar nyata.

Aqidah Yahudi Terhadap Palestina dan Kaum Muslimin Umumnya

Manusia terbagi atas dua bagian, yaitu Yahudi dan non-Yahudi yang disebut Joyeem, atau Umami. Jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni. Kaum Umami berasal-usul dari syaithan, dan tujuan penciptan Umami ini untuk berkhidmat kepada kaum Yahudi. Jadi kaum Yahudi merupakan pokok dari anasir kemanusiaan sedangkan kaum Umami adalah sebagai budak Yahudi. Kaum Yahudi boleh mencuri bahkan merampas harta benda kaum Umami, boleh menipu mereka, berbohong kepada mereka, boleh menganiaya, boleh membunuh serta memperkosa mereka. Sesungguhnya tabiat asli kaum Yahudi ini bukan hanya ada disebutkan dalam protokol dokumen rahasia Zionis tersebut, melainkan ini adalah warisan turun temurun sejak cucu Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dari jalur Nabi Ishaq ‘Alaihissalam ini mulai mengalami dekadensi (baca: busuk ke dalam), yaitu sepeninggal Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam. Ini diungkap dalam Al-Quran (transliterasi huruf demi huruf): QALWA LYS ‘ALYNA FY ALAMYN SBYL (QS. Ali Imran : 75), dibaca: (qaaluu laysa ‘alayna fil ummiyyina sabiil), artinya: ‘mereka berkata tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi’.

Yahudi Bukan Bangsa yang Berhak Mewarisi Palestina

Tidak ada kebenaran atas klaim bangsa Yahudi tentang hak mereka atas Palestina. Sebab Allah SWT telah secara tegas menyatakan bahwa kitab yang mereka pegang itu bukan lagi kitabullah, melainkan karangan manusia di antara mereka. Mereka telah mengubah isi Taurat dan menggantinya menjadi Talmud.

Maka klaim mereka bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan tuhan untuk mereka, 100% hanyalah bualan mereka saja. Bukan janji dari Allah SWT. Bahkan Allah malah pernah mengharamkan tanah itu untuk mereka selama 40 tahun lamanya, akibat kedegilan mereka sendiri.

Allah berfirman, “Maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi itu. Maka janganlah kamu bersedih hati orang-orang yang fasik itu.” (QS. Al-Maidah: 26)

Kalau memang tanah itu milik mereka, pertanyaannya adalah: selama ini pada ke mana aja? Kok punya tanah tidak di tempati? Malah mengembara ke berbagai penjuru dunia? Siapa yang suruh punya tanah ditinggal-tinggal? Kalau memang mengaku punya tanah Palestina, mestinya dipertahankan sejak dulu, bukannya ditinggalkan.

Bangsa Yahudi Tidak Berani Masuk Palestina

Yang paling menggelikan, saat tinggal masuk ke Paletina saja, mereka pun tetap tidak mau. Sebab ternyata Paletina saat itu dikuasai oleh penguasa yang sangat mereka takuti. Perhatikan penjelasan Quran berikut ini :

“(Musa berkata) Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.

Mereka berkata, “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”

Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

Mereka berkata, “Hai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (QS Al-Maidah: 21-24)

Bangsa Yahudi tidak pernah tercatat mempertahankan tanah mereka, apalagi merebutkan dari penguasa lain yang menjajah tanah itu. Seharusnya, hak mereka sudah hilang karena tidak punya jiwa patriotisme atas tanah mereka.

Yahudi Pasti Dihancurkan

Alih-alih menjanjikan kepada Yahudi untuk memberikan tanah Palestina, Allah SWT justru menjanjikan kepada Yahudi kehancuran mereka. Di mana mereka akan habis diperangi oleh umat Islam, hingga mereka berlarian sembunyi di balik batu dan pohon. Semua itu tertuang dalam salah satu sabda Rasulullah SAW yang sangat populer :

عن أبى هريرة أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال « لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون ، حتى يختبئ اليهودى من وراء الحجر والشجر ، فيقول الحجر أو الشجر : يا مسلم يا عبد الله هذا يهودى خلفى فتعال فاقتله ، إلا الغرقد فإنه من شجر اليهود .

Dari Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidak akan terjadi hari kiamat hingga umat Islam memerangi yahudi dan membunuh mereka. Sampai yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon , namun batu dan pohon akan berkata,”Wakahi muslim, wahai hamba Allah, inilah yahudi di belakangku, kamrilah dan bunuh dia”. Kecuali Gharqad, karena merupakan pohon yahudi.” (HR. Muslim)

Sikap Kita Atas Masalah Palestina

Sebagai penutup, penulis tegaskan bahwa Palestina adalah masalah seluruh kaum muslimin, dan kita berkewajiban untuk mendukun jihad mereka dengan harta, jiwa, dan minimal dengan doa kita. Karena jihadnya mereka di sana adalah merupakan pembelaan diri (jihad difa’i) dan jihad difa’i ini merupakan fardhu ‘ain bagi kaum muslimin sebagaimana telah disepakati oleh para ulama salaf dan khalaf. Dan para ulama juga menyatakan bahwa apabila musuh telah masuk ke dalam wilayah kaum muslimin, memerangi, dan menjajah mereka, maka kaum muslimin berkewajiban untuk membela diri mereka, berjihad melawan dan memerangi mereka, hingga mereka meninggalkan wilayah kaum muslimin. Dan bersikap adil dalam masalah Palestina adalah sikap yang terpuji dan benar insyaAllah. Maka kewajiban bagi kita sebagai kaum muslimin untuk menolong dan membantu mereka dengan kemampuan yang kita miliki, minimal doa kita dalam shalat-shalat fardhu kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pertolongan kepada kaum muslimin Palestina, menghancurkan yahudi laknatullahi a’laihim, dan mengumpulkan kita bersama para Nabi, Shiddiqin, Syuhada’, dan orang-rang shalih di hari kiamat kelak. Wallahu A’lam bish Shawab.

Reference :

1. As-Salafiyyun wa Qadhiyatu Palestina.

2. Shalahuddin Al-Ayyubi wa Tahriru Baitil Maqdis.

3. Al-Yahudu, Salafun Sayyi-un Likhalafin As-Waa’.

4. Dan lain-lain

11 responses to “Sikap Kita Terhadap Masalah Palestina

  1. sudahkah Anda Peduli PALESTINA? silakan baca lebih lanjut http://islamarket.net

  2. mereka ngaku sebagai keturnan nabi Musa, tapi keturunan nasab saja. Tapi apa bisa dibuktikan ?? Untuk keturuna aqidah, sama sekalitidak. salam kenal : http://imamuna.wordpress.com

  3. Arab Palestina Bukanlah Bangsa Palestina Tapi Bangsa Arab !!!
    Palestina berasal dari sebutan orang2 yang menyembah patung dewa2 Filistine. Yahudi/Jew berasal dari sebutan orang2 yang menyembah patung dewa Yahweh.

    Keduanya berasa dari etnicity race yang sama yang juga lokasi geografis yang sama yaitu sama2 bukan Arab. Keduanya berbahasa sama yaitu bahasa Hebrew yang sudah berkembang jauh sebelum munculnya bahasa Arab. Bahasa Arab sendiri adalah bahasa baru yang berasal dari transformasi bahasa Phoenicia.

    Setelah masuknya Arab Islam patung2 Filistine dihancurkan dimusnahkan dan penyembahnya yaitu bangsa Filistin musnah digenocide Arab Islam dan sebagian melarikan diri ke Yunani.

    Arab Islam adalah orang2 Arab dari luar jazirah palestina yang beragama Islam dan menyembah Allah dan berbahasa Arab bukan berbahasa Hebrew.

    Arab Palestina bukanlah orang Palestina asli, sama halnya dengan Cina Indonesia bukanlah orang Indonesia asli.

    Arab Palestina adalah orang2 Arab yaitu dari Mesir yang kerja cari nafkah di Palestina dulunya. Sama dengan orang2 Cina Indonesia asalnya dari Cina dan cari nafkah di Indonesia.

    Bedanya, orang2 Cina ini tidak mengusir orang Indonesia, sebaliknya orang2 Arab ini membunuhi dan mengusir orang Palestina asli.

    Yahudi dan Palestina adalah orang yang sama yang membedakannya hanyalah agamanya. Yang menyembah dewa yahweh disebut orang Yahudi, dan yang menyembah dewa Filistine disebut orang Palestina.

    Kerajaan palestina adalah jajahan Inggris sebelum perang dunia kedua, dan Wilayah kerajaan Palestina dulunya meliputi Israel, Syria, Libanon, dan Yordania, namun setelah perang dunia usai, kerajaan Palestina ini diberi kemerdekaan melalui Referendum dibawah pengawasan PBB, Inggris, dan Amerika dan hasil referendum ini kemudian muncul 4 negara yaitu Israel, Yordania, Syria, dan Libanon.

    Jadi kalo mau menuntut kembali kerajaan Palestina kenapa cuma Israel saja, kenapa bukan Yordania, Syria dan Libanon ???

    Arab itulah penjajahnya bukan Israel.

    Begitulah pemahaman dunia sehingga Hamas tidak mungkin bisa menang, tidak mungkin bisa memutar balik kenyataan. Betul umat Islam di Indonesia sudah diracuni dengan kebohongan2 Islam sehingga menganggap Israel mencaplok dan menjajah padahal merekalah yang dulunya jadi korban penjajahan jangan dibalik!!

    Jadi kenyataannya lah demikian sehingga Israel lah yang diakui bukan Palestina dan Palestina sekarang itu bisa eksist hanyalah sikap mengalah dari Israel atas tekanan Amerika sehingga mendapatkan kesempatan dari perjanjian camp david. Bahkan Yasser Arafat sendiri lahir dan akte kelahirannya adalah Cairo Mesir.

    Yordania, Syria, Israel dan Libanon Itulah Dulunya Palestina !

    Itulah sebabnya, Yordania, Syria, dan Libanon membantu PLO dulunya karena kuatir tanah mereka juga digugat sebagai wilayah Palestina kalo perjuangan Yasser Arafat dalam mendirikan negara Palestina ini berhasil.

    Memang, PLO melandasi perjuangannya mula2 dengan ideology Islam agar Syria, Libanon dan Yordania mau membantu perjuangan mereka dalam mendirikan negara Palestina diatas tanah Israel. Namun karena secara Historisnya negara Palestina itu mencakup juga Syria, Yordania, dan Libanon, maka tidak perlu diragukan bahwa apabila PLO berhasil mendirikan negara Palestina diatas tanah Israel yang sekarang, maka mereka juga akan menggugat negara2 Yordania, Syria, dan Libanon sebagai wilayahnya dulu.

    Oleh karena itulah, meskipun negara2 ini se-olah2 membantu PLO namun sesungguhnya mereka tak suka negara mereka dijadikan benteng perlawanan untuk memerangi Israel. Akhirnya PLO yang mula2 menggunakan Syria sebagai basis bentengnya berhasil di evakuasi ke Yordania dan kemudian diusir lagi ke Libanon dan yang terakhir inilah akhirnya mereka dievakuasi ke Gaza dan Westbank. Dan dikedua posisi inilah mereka berhasil dijepit tidak bisa bergerak lagi.

    Israel itu hanyalah sebagian kecil saja dari wilayah Palestina yang sebelumnya menjadi jajahan Inggris.

    Jadi kalo mau mempersoalkan keserakahan, jelas yang serakah itu justru orang2 Arab Islam ini karena wilayah Palestina cuma dipecah menjadi 3 negara Islam dan satu negara Yahudi. Kalo mau adil seharusnya dijadikan 2 negara Yahudi dan 2 negara Arab Islam.

    Hafsah

  4. Bagaimanapun Arab Palestina Harus Ngaku Salah

    Sama2 Islam bukan berarti harus saling bela meskipun salah. Kita membela yang benar bukan yang seiman. Ajaran Islam yang paling biadab itu mengajarkan agar kita sesama umat harus saling membela meskipun salah !!! Enggak bisa begitu dizaman sekarang !!!

    Arab Palestina, jelas mereka bukan orang Palestina asli tapi orang2 Arab Mesir.
    Orang Palestina asli (bangsa Flistin) sudah sebagian besar musnah terkena operasi genocide Arab Islam. Bukan maunya mereka untuk tinggal di Gaza atau Wesbank, karena rencananya mau merebut Israel dan memusnahkan bangsa Yahudi dibantu semua negara2 Arab diseluruh dunia. Itulah sebabnya, niatnya udah jelek, niatnya udah busuk, mereka pikir yang penting dekat2 dengan Israel bisa nyusup kemudian ngebomb secara sembunyi2.

    Namun niat busuknya enggak kesampean, ternyata Israel juga tahu cara2 mengatasinya, didirikanlah tembok sebagai benteng, hasilnya sekarang terbukti, kalo dulunya setiap minggu pasti ada pasar yang dibomb, sekarang dalam dua tahun pun belum ada bomb2 yang meledak di pasar2.

    Gagal menyusup untuk meledakkan bomb2 ditengah pasar di Israel akhirnya mereka menembakkan roket2 saja diperbatasan, hasilnya minim karena wilayah perbatasan sejarak kira2 10 km dijadikan daerah bebas sehingga roket2nya banyak yang enggak nyampe kedalam wilayah Israel.

    Ini kenyataan kebusukan orang2 Arab mau mengusir sebuah bangsa dari tanah airnya dengan bermodalkan keimanan kepada Allah.

    Sekali lagi saya minta semua pembaca untuk bersikap netral, jangan mengumbar kebencian se-mata2 karena Yahudi dicaci maki dan dibenci oleh Quran. Memang kita beragama Islam, bukan berarti kita harus percaya saja semua kebohongan2 yang ada didalamnya, karena ke Islaman kita se-mata2 hanyalah budaya yang mengikat sesama sebatas tolong menolong bukan untuk kerja sama merampas tanah air orang lain, bukan untuk berpihak kepada rampok yang jelas2 salah meskipun mereka seagama
    dan seiman dengan kita. Berjalanlah dijalan yang benar, jangan memutar balik yang salah agar kelihatan se-olah2 benar dan menggunakan agama dan nama Allah agar tidak ada yang berani mengkritik kesalahan kita2 ini.

    Sekali lagi, Arab dengan Islamnya itu penuh dengan kebathilan sepanjang sejarahnya, tetapi bukan berarti kita yang sekarang juga beragama Islam harus ikut2an berpihak kepada kebathilam meskipun atas nama ajaran Islam dan Quran-nya. Jangan sekali2 menggunakan agama sebagai sumber sejarah, jangan sekali2 mengadili dengan menggunakan Islam sebagai patokannya. Islam itu cuma sebatas kepercayaan kepada adanya sorga dan neraka dalam rangka membatasi kejahatan saja, jangan justru digunakan dan dimanfaatkan untuk bertindak atau membebaskan atau melindungi kejahatan.

    Demikianlah, dalam menimbang urusan konflik Timur Tengah ini kunci penyelesaiannya hanya berada pada kesadaran umat Islam itu sendiri, kalo masih tetap mau bela2an karena sama2 Islam akhirnya mati konyol karena biar gimanapun kebenaran yang menang bukan Islam yang menang. Artinya kalo anda Islam, bersikaplah yang benar pasti menang. Tetapi meskipun anda Islam kalo salah tetap kalah. Biarpun bukan Islam tapi kalo benar pasti menang. Demikianlah kuncinya memecahkan masalah di
    Timur Tengah yaitu kita harus mau menerima kenyataan, Israel itu memang tanah air mereka orang2 Yahudi bukan orang2 Arab dan tak usah catut2 nama Palestina karena orang2 Yahudi itu lah sebenarnya bangsa Palestina yang aseli bukan orang Arab. Orang2 Arab itu cuma pendatang sehingga dinamakan Arab Palestina, sama halnya dengan Cina Indonesia yang juga cuma pendatang.

    Dimana adilnya kita bisa antipati kepada Cina Indonesia malah bersimpati kepada Arab Palestina. Padahal Cina Indonesia enggak minta negara sendiri, enggak niat mengusir orang Indonesia.

    Kita pribumi Indonesia itu sama kedudukannya dengan orang Yahudi di Israel. Cina Indonesia itu posisinya sama dengan Arab Palestina yang kurang ajar dan biadab. Bedanya Cina Indonesia enggak ngebomb bunuh diri. Naaah…. gimana enggak biadab itu Arab2 Palestina malah ngebomb mau memusnahkan penduduk pribuminya.

    Ini kenyataan yang harus anda lihat bukan direnungkan. Untuk bahan renungan justru pikirlah dengan hati nurani, orang2 Indonesia sesama Islam dari Jemaah Ahmadiah malah kita usir dari negeri kita, kita halalkan darah mereka untuk dibunuh….. biadab enggak tuh ajaran Islam kayak gitu….. dan seperti itulah yang berlaku dikalangan Arab2 Palestina di Gaza dan Westbank dan hal inilah yang harus anda renungkan dengan hati nurani yang suci dan bersih.

    Hafsah

  5. Saya tidak harus berkomentar banyak terhadap komentar Anda. Kalimat Anda ini saja sudah TIDAK NETRAL…. Anda bisa KAFIR dengan kalimat ini….

    __________________

    Sekali lagi saya minta semua pembaca untuk bersikap netral, jangan mengumbar kebencian se-mata2 karena Yahudi dicaci maki dan dibenci oleh Quran. Memang kita beragama Islam, bukan berarti kita harus percaya saja semua kebohongan2 yang ada didalamnya, karena ke Islaman kita se-mata2 hanyalah budaya yang mengikat sesama sebatas tolong menolong bukan untuk kerja sama merampas tanah air orang lain, bukan untuk berpihak kepada rampok yang jelas2 salah meskipun mereka seagama
    dan seiman dengan kita.

  6. mengapa kita harus netral….benarkah islam hanyalah produk budaya….anda ini pengikut ulil abshor badala dinahu ya,,,,,terang saja di dalam alqur’an sudah dijelaskan…bahwasanya mereka YAHUDI dan NASRANI tidak akan pernah rela dengan keislaman kita hingga kita mengikuti jalan hidup mereka….kalau islam adalah produk budaya maka yahudi akan memusuhi arab hari ini yang mayoritas penduduknya adalah islam..akan tetapi mereka tidak memusuhi mereka…(penguasa arab)lantaran meraka adalah jongos-jongos Yahudi…mereka berislam akan tetapi cara pandang mereka sama dengan yahudi…seperti anda ini…apakah anda pernah membaca sejarah arab..?bagaimana kondisi arab sebelum datangnya islam?bagaimana pakaian yang dikenakan orang arab sebelum islam?apakah sama dengan setelah datangnya islam?anda kalo berkomentar yang ilmiyah dong..mana bukti, fakta dan datanya….?pemikiran seperti adalah pemikiran seperti abu zayd..nenek moyangnya LIBERAL…mana buktinya kalau islam adalah produk budaya..MANa…?MANA..?

  7. salam kenal umarazez.wordpress.com

  8. serbagratisbuku

    setuju, hidup palestina, hidup Islam, Allahu Akbar:
    salam kenal:
    http://serbagratisbuku.wordpress.com

  9. serbagratisbuku

    ya Muqallibal quluub tsabbit quluubana `alaa diinika, Amin
    memang sekarang banyak kaum muslimin yang tidak tahu aqidahnya. itulah hasil pendidikan Islam Indonesia hasil didikan barat. seorang muslim tidak perlu tahu mana yang benar dan mana yang salah. yang mereka lakukan hanya mengklasifikasikan. karena itu banyak profesor dan doktor di univ-univ seperti IAIN dan lain sebagainya pemikirannya seperti pemikiran Ulil, itulah warisan Harun Nasutiton. gak tahu ya gimana dia sekarang di kuburnya. mudah-mudahan Allah memberikan kita semua husnul khatimah. mungkin Harun sudah mendapat apa yang mesti dia dapatkan di kuburannya sekarang. jangan sampai kita seperti dia.

  10. Assalamualaikum.Tmen2 Yang ngaku pke nma HAFSAH tu bukan muslim,dia cma pke nma smaran.Ga prlu dcri tau, udah ketahuan qo orangnya.Tpi biarin aj dia komen smaunya.Mga aja dia dpt petunjuk.Kita ga prl ragu,yahudi suatu saat akan hancur.Bagiku agamaq bagimu agamamu.Ini sudut pndang agama kita.Biarlah mereka komen dr sdut pndang agama mereka.

  11. saya juga yakin yahudimpasti hancur karena itu sudah ada dalam Al-qur’an

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s