Pembodohan Itu Bernama “Kampanye”?

Pluit Kampanye telah ditiup…

Suara klakson dan knalpot motor yang tak ‘beraturan’ meraung-raung….

Bertanda hari raya dan pesta agama demokrasi telah dimulai…

Kalau kita mau berfikir dengan akal yang jernih…

Berbicara dengan hati nurani yang dalam, kampanye adalah sebuah pembodohan ‘segelintir’ orang pintar terhadap rakyat. Dengan dalih kampanye, pada hakikatnya ‘segelintir’ orang pintar tersebut ingin membodohi rakyatnya.

Coba Anda bayangkan….

1. Apa untungnya membunyikan klakson motor sampe mekik..mekik..yang ada hanya mendapatkan cacian, umpatan, dan celaan orang-orang yang sedang beristirahat, dan tenang beribadah.

2. Panas-panas berjemuran di bawah trik matahari, karena hanya ingin membela partai dan agama demokrasi. Kalau dia seorang muslim, sanggupkah dia berjemuran dibawah triknya matahari untuk membela Allah dan Rasul-Nya?

3. Tidak sedikit dari mereka, dengan dalih kampanye meninggalkan shalat…akhlak yang baik, penampilan yang Islami, dan adab-adab bermasyarakat lainnya.

4. Dengan dalih kampanye, mereka mengganggu ketertiban lalu lintas, dan siapapun yang menghalangi mereka, akan mereka tabrak kalau tidak mau minggir.

5. Dengan dalih kampanye, wajah2 beringas, kesombongan, memancar dari wajah dan raut muka mereka.

6. Dengan dalih kampanye, seorang suami meninggalkan tugasnya sebagai ayah untuk mencari rezki keluarganya, seorang wanita meninggalkan tanggungjawabnya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga, seorang anak untuk membantu kedua orang tuanya.

7. Dengan dalih kampanye, mereka menghalalkan ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita.

8. Dengan dalih kampanye, mereka mengumbar janji-janji manis, yang belum tentu mereka bisa memenuhi janji-janji tersebut. Tidakkah mereka takut, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga, salah satunya, kalau berbica ia berdusta.”

9. Dengan dalih kampanye, mereka menghalalkan ‘pentabdziran’ uang dan harta dengan jumlah yang banyak. Padahal, di sana masih banyak orang2 miskin yang tidak makan, tidak punya rumah, tidak bisa berobat, tidak bisa tidur, dan tidak bisa sekolah.

10. Dengan dalih kampanye, mereka lebih bangga dengan partai dan kelompoknya daripada bangga dengan Islamnya. Bangga dengan atribut partainya daripada atribut Islam dan diennya.

Dan masih banyak lagi, ‘pembodohan’ yang dilakukan oleh segelintir orang pintar terhadap rakyatnya dengan nama ‘kampanye’ ini. Mudah2an Allah Subhanahu wa Ta’ala meneguhkan kita di atas jalan dan hadayah-Nya.

Terakhir marilah kita renungkan firman Allah berikut ini :

“Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, menjadi kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (QS. Az-Zumar : 45)

Ya…begitulah, kalau kita katakan kepada mereka mari kita tegakkan Islam ini cukup dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya, tidak usah menggunakan demokrasi, liberalisme, sekeluresme, dan isme-isme kufur lainnya, maka hati orang2 yang tidak beriman kepada hari Akhirat akan menjadi kesal, tergoncang, marah, dan kacau balau.

Tapi, kalau dikatakan kepada mereka, mari kita tegakkan Islam dengan jalan-jalan batil tersebut, sekonyong-konyong hati mereka bergembira ria, dan tersenyum bahagia.

Wallahu Ta’ala A’lamu bish Shawab.

14 responses to “Pembodohan Itu Bernama “Kampanye”?

  1. BETUL, tuh! barusan aja pas ana mau kirim buku di kantor pos, RIBUT banget! walopun yang kampanye dikit (pake merah-merah), jogat joget, panas-panas. Heran, mereka dibayar brapa ya?

  2. ujung2 rakyat sesangsara lagi…

    Mending kita bantu muslim di Aceh sana (http://saverohingya.com)

  3. kita sebagai warga negara Indonesia tidak bisa mengontrol ulah orang lain dalam berkampanye, tetapi sebagai muslim yang baik kita bisa dan harus mencari solusi dan memberikan saran kepada pemerintah bagaimana caranya agar pemilu tidak memerlukan kampanye yang sifatnya semi-destruktif seperti pengerahan massa.

  4. Daripada dengerin caleg ngibul mending dengerin orang jualan jamu.
    http://iwanmalik.wordpress.com
    Info Pendidikan & Wirausaha

  5. SEPAKAT…….. emg sebel sich melihat hal demikian. apa untungnya coba? justru bwt org makin marah liatnya. soalnya jalan2 jd macet dibuatnya. krn mereka meributkan hal yg tidak berguna. yah… semoga ajah mereka sadar, bahwa apa yg mereka lakukan adalah hal sia-sia..

  6. kata ciapa sia2?
    kampanye tu seperti dagang…
    mempromosikan apa yang ingin kita jual…
    jadi sama aja kampanye itu dengan mempromosikan partai ….
    terus kalau bikin orang yang liat marah, itu tergantung yang kampanyenya….
    kalau tetap menjaga peraturan, gak mungkin di marah

  7. Golput = Pembodohan

  8. @aroel…. terlepas dari semuanya… sekarang kita kembalikan pada agama kita yaitu islam… sekarang… apakah kampanye, partai politik dsb itu ada dicontohkan oleh Rasulullah saw ?.. apakah rasulullah berkampanye? lalu mempromosikan partai?… skrg apakah partai itu ada didalam islam?… bukankah panutan kita adalah Rasulullah saw? lalu kenapa kita melenceng dari yg diajarkan Rasulullah?… kita amat gampang mengaku sebagai org islam yg menganut ajaran Alqur’an dan sunnah. sementara kita masih jauh dari Alqur’an dan sunnah tersebut… ahsan kita sama-sama belajar memahami makna Alqur’an dan sunnah itu yang sebenarnya….:):)

  9. urusan dunia….
    kata rosul juga kalau urusan dunia gapapa…
    satu lagi…..zaman makin lama makin berubah,,,
    kita harus ikut perkembangan zaman kalau ingin maju,,,,
    jangan cuma ngomong doang………dan nyalahin orang….
    demokrasi itu merupakan perkembangan jaman,,,,
    coba dulu kita tidak memilih presiden,,,
    tapi sekarangkita milih presiden langsung,..,
    banyak kegunaannya kan wat kita selaku umat islam…
    kita bisa piih orang yang kita percaya…….

  10. @aroel… afwan sebelumnya… kalau boleh ana tau perkataan Rasul secara detail seperti apa? klu ada anda pernah membaca, tlg cantumkan referensi perkataan Rasul itu? mengenai perkembangan jaman, apakah ketika jaman telah berkembang lalu kita mengikuti segala yg telah ditetapkan oleh urusan yg bersifat kapitalis? Apakah ketika jaman telah berkembang lalu kita akan meninggalkan semua yg telah diajarkan oleh Rasulullah saw?? afwan akhi… mengenai kampanye ataupun demokrasi, partai politik ana tidak setuju adanya hal itu semua. krn itu tidak diajarkan oleh Rasul kita yaitu Rasulullah saw…

  11. bikin blog kaya kafe remaja juga ga diajarin ma rasul…
    hahahhaa…
    asal gak keluar dari islam aja…..
    maka kita ikuti perkembangan zaman…
    seperti blog kaferemaja ini…
    ini merupakan tuntutan jaman…..

  12. Kayak gk tau aja, mereka begitu kan karena di bayar, kalo gak salah sekali jadi peserta kampanye mereka di bayar 30-50 ribu…tergantung siapa yang ngajakin.
    Emang aneh di negeri ini, pesta yang sering gak berguna ini tetap ja di adakan, dengan dalih demokrasi.padahal ujung2nya uang negara di kemplang buat kepentingan pribadi.
    dari pada buat kampnye kan mending buat nglunasin uang bangku sekolah di SDN di malang yahhhhhhh??????

  13. ya…..mungkin itu pengalaman anda,
    tapi kalo saya sih enggak,

  14. yupzz..saya setuju bung..mash banyak yang miskin dan kelaparan..lbh baik dimanfaatkan kepada yang lbh bermanfaat dan jelas manfaatnya. Jazakumullahu khoiron atas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s