Tag Archives: amrozi Cs

Polisi Juga Takut Mati?

361px-police_man_gansonsvg(Arrahmah.com) – Ismail Khan, adalah salah satu dari ratusan polisi Pakistan di lembah Swat yang baru-baru ini mengundurkan diri setelah menerima ancaman dari pejuang Taliban.

“Sekitar 400 polisi termasuk diriku telah keluar dari pos kami,” ujar Khan, 42, salah satu Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat.

Mujahidin pro-Taliban Tehrik Nifaz Muhammadi mengeluarkan satu peringatan untuk polisi-polisi lokal agar meninggalkan pos-pos mereka.

“Kami tidak ingin berperang melawan polisi-polisi loka, karena kalian adalah saudara kami,” salah satu hal yang disebarkan melalui pamphlet oleh Tehrik.

“Oleh karena itu, lebih baik keluar dari pekerjaan itu atau bersiap-siap untuk mendapatkan konsekuensi-konsekuensi mengerikan.”

Pamflet tersebut berisi nasehat untuk para polisi lokal dan mengatakan agar mengiklankan nama-nama mereka dalam surat kabar lokal jika mereka telah benar-benar berhenti dari pekerjaan tersebut.

Khan, dan ratusan polisi lainnya, awalnya menantang ancaman Taliban tersebut.  Tetapi Taliban tidak main-main dengan apa yang mereka katakana.  Konvoi-konvoi tentara dan polisi selalu menjadi sasaran empuk bom ranjau yang di buat Taliban, Karena itulah Khan akhirnya berubah pikiran.

“Kami merundingkan hal ini, dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti demi keamanan hidup kami,” ujar Khan.

Mereka telah menerbitkan satu iklan di surat kabar lokal yang memberitahu Taliban bahwa mereka telah keluar dari pekerjaan mereka.

Khan, Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat, tidak memiliki pilihan lain dan tetap mematuhi permintaan Taliban.

“Angkatan perang asing, meninggalkan tempat-tempat yang tidak aman dan membiarkan kami (polisi lokal) menjadi sasaran empuk di sana,” jelas Khan.

Sedikitnya 102 polisi lokal telah tewas dalam kurun waktu 10 bulan di wilayah Lembah Swat.

“Tadinya aku ingin bertahan karena para petinggi menawari kenaikan pangkat.  Tetapi, bagaimanapun, pangkat dan insentif tidak lebih berharga disbanding hidup,” lanjut Khan. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Teroris (Tentara Orang Islam) Dicintai Masyarakat

http://www.kaferemaja.wordpress.com _ Ustadz Amrozi Cs telah dieksekusi di depan regu tembak Polri, lebih kurang lima tahun mereka menanti eksekusi tersebut. Selama itu pulalah pemerintah Indonesia, terutama kepolisian membangun image bahwa teroris adalah musuh, harus dibenci, dijauhi, dan di bumi hanguskan. Berbagaimacam upaya telah mereka lakukan, dengan membentuk satuan antiteror 88, menangkap orang-orang yang dicurigai sebagai anggota teroris, membentuk satuan pembinaan keamanan hingga ke RT, dan lainnya. Semua itu dalam rangka membangun dan membentuk sebuah image dan opini bahwa teroris haram hidup di dunia ini terutama di Indonesia.

mujahidin1Berhasilkah?? Perlu penelitian yang panjang. Ketika 3 Bomber Bali I (belum pasti hingga hari ini) dieksekusi di depan regu tembak, lautan manusia menyambut dan mengiringi jenazahnya hingga liang lahat, Subhanallah. Sebuah kenyataan yang harus kita akui bahwa teroris bukanlah jahat. Karena istilah teroris pertama kali dikeluarkan oleh Amerika melalui Bush, dalam rangka melegalkan aksinya untuk memberangus negara-negara dan kelompok-kelompok yang berseberangan dengannya. “With Us or With Them” (Bersama kami –Amerika- atau bersama mereka –Teroris-) itulah perkataan tegas Bush waktu itu ketika akan memulai aksinya. Bagi umat Islam yang paham akan agamanya, mengetahui bahwa pernyataan Bush adalah pernyataan perang dengan Umat Islam dan Kaum Muslimin, karena berulang kali Bush menyatakan Perang Salib Baru telah dimulai. Tapi sayangnya, isyarat-isyarat busuk dan berbahaya yang disebarkan dan dipropagandakan oleh Bush Cs tidak banyak dimengerti oleh kaum muslimin, terutama mereka yang hari ini Loyal kepada Amerika Cs dari kalangan orang-orang munafik.

Pemerintah Indonesia melalui kepolisian juga telah menanamkan idiologi yang keliru dan pembohongan kepada publik. Seakan-akan teroris adalah lebih berbahaya dari mereka yang hari ini menggerogoti perekonomian Indonesia, yang membuat ribuan rakyat tidak memiliki pekerjaan, ribuan orang harus tinggal di tempat-tempat penampungan, di bawah-bawah jembatan, kematian karena kelaparan, gizi buruk,  tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat, bukankah ini juga teroris????

Terakhir, biarlah masyarakat yang menilai, siapa sebenarnya teroris yang sejati? Amerika Cs atau para mujahidin yang hari ini ingin menunjukkan kepada Amerika bahwa kekuatan mereka tidak ada apa-apanya, di balik kedikdayaan mereka ternyata tersimpahan kerapuhan yang sangat luar biasa, disebabkan arogansi dan kekufuran mereka kepada Allah Subhanhu wa Ta’ala.

Kepada seluruh kaum muslimin, jika apa yang dilakukan oleh Tiga Bomber Bali I adalah sebuah kesalahan, tetapi kesalahan yang mereka lakukan tidak menyebabkan mereka keluar dari Islam (kufur), maka semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa mereka dan menempatkan mereka pada tempat yang sebaik-baiknya. 🙂