Tag Archives: perang

Demi Allah! Wanita-wanita Israel akan menjadi Budak Wanita Bagi Kaum Muslimin

Kepada seluruh kaum muslimin di belahan bumi manapun Anda berada!

Yakinlah pertolongan Allah akan bersama orang-orang mukmin yang menolong agama-Nya. “Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong kalian, dan meneguhkan kaki-kaki kalian.”

Kepada orang-orang Yahudi dan Nashrani!

Sebenarnya kalian tahu….bahwa kaum muslimin akan memenangi peperangan ini. Dan kalian tahu bahwa kami kaum muslimin pasti akan memerangi kalian sampai kami dapat membunuh pimpinan kalian yang bernama DAJJAL LA’NATULLAHI ‘ALAIHI.

Kepada wanita-wanita Yahudi dan Nashrani…..catat baik-baik….

Kepada laki-laki Yahudi dan Nashrani…..dengarkan baik-baik…..

Perbudakan di dalam Islam belum dihapus selama masih ada jihad dan peperangan antara kaum muslimin dan orang-orang kafir hingga hari kiamat.

Dan demi Allah…..kelak kalian akan menjadi budak-budak bagi kaum muslimin….

Jika kalian tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan Hari Kiamat…..Penderitaan, Kesengsaraan, Kehinaan, Kelaparan, Kemiskinan akan menghantui kalian. Janji Allah pasti benar. Janji Rasul-Nya pasti benar.

Bersiap-siaplah kalian menuju ajal kalian. MATILAH KALIAN DENGAN KEMARAHAN-KEMARAHAN KALIAN.

ECAMKAN BAIK-BAIK. KESUDAHAN YANG BAIK PASTI BERSAMA ORANG-ORANG YANG BERIMAN.

DAN TIDAK ADA KEMULIAAN KECUALI DENGAN JALAN JIHAD.

Ya Allah bantulah para Mujahidin yang ada di Palestina, Afghanista, Iraq, Daghestan, Kashmir, India, Pakistan, Morro, dan bantulah mereka di manapun mereka berada, dan kapanpun jua.

Ya Allah hancurkan kekuatan orang-orang kafir yang telah melecehkan-Mu dan Rasul-Mu. Menumpahkan darah wali-wali-Mu. Memerangi hamba-hamba-Mu yang beriman.

Amin ya Rabbal ‘Alamin.

(Dirangkum dari berbagai sumber media Islam)

Iklan

ISRAEL=YAHUDI=BANGSA KERA=BANGSA BABI=TERORIS=BINASALAH KALIAN DAN TERKUTUKLAH

Kepada Kaum Muslimin Palestina……

Kepada Kaum Muslimin Iraq……

Kepada Kaum Muslimin Afghanistan……

Kepada Kaum Muslimin Chechnya……

Kepada Kaum Muslimin Morro…..

Dan Kepada Kaum Muslimin dimanapun Anda Berada…..

Perang Salib baru telah diserukan….Yahudi dan Nashrani telah menabuh perang kepada kita kaum muslimin….

Bangsa kera dan babi telah merampas kehormatan kaum muslimin, memperkosa hak-hak mereka, dan menodai rumah suci mereka….

Masjid Al-Aqsh Qiblat pertama kaum muslimin telah mereka nodai, kehormatannya telah mereka hinakan, keagungannya telah mereka hancurkan…..

Ayo serukan kepada mereka bangsa kera dan babi……

KHOIBAR….KHOIBAR YA..YA..YAHUUUUUUDDDD…..

JAISYU MUHAMMAD SAUFA YA’UD…..

KHOIBAR….KOIBAR….WAHAI YAHUDI….

TENTARA MUHAMMAD AKAN KEMBALI……

MENJADIKAN KALIAN BANGSA YANG TERUSIR DAN TERPINGGIRKAN SEUMUR DUNIA….

SEBAGAIMANA KAKEK DAN NENEK MOYANG KALIAN….

YANG TERUSIR DAN TERHINA DARI TANAH AIR KALIAN KHOIBAR…..

GENERASI SHALAHUDDIN AL-AYYUBI AKAN AKAN KEMBALI….

MENYUBAT TELINGA-TELINGA KALIAN…..

MENUTUP MATA-MATA KALIAN……

MEMBUNGKAM MULUT-MULUT KALIAN…..

DAN MENUMPAHKAN DARAH-DARAH KALIAN……

Maha benar Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berfirman :

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka ,’Jadilah kalian kera yang terhina’.” (QS. Al-Baqarah: 65).

Akhirnya Kau Mengakui Juga Wahai Bush, Bertaubatlah!

bush_monkey1(Arrahmah.com) – Presiden AS George W. Bush untuk pertama kalinya, mengakui bahwa tidak ada senjata pemusnah massal di Irak. Bush juga mengakui bahwa hal yang paling membuatnya menyesal selama menjabat presiden AS adalah tuduhannya bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal yang berujung pada invasi AS ke Negeri 1001 Malam itu.

Meski demikian Bush tetap menyalahkan agen-agen intelijennya, yang menurutnya telah salah membuat kesimpulan tentang Irak. “Banyak orang yang telah mempertaruhkan reputasinya dalam masalah ini dan mengatakan bahwa senjata pemusnah massal adalah alasan untuk menyingkirkan Saddam Hussein,” kata Bush dalam wawancara dengan ABC News.

Tapi ketika ditanya apakah Bush akan tetap melakukan invasi ke Irak meski intelijennya melaporkan Saddam tidak memiliki senjata pemusnah massal, Bush berkilah dengan jawaban,”Anda tahu, ini adalah pertanyaan menarik. Saya tidak bisa melakukan sesuatu dari awal lagi, apa yang tidak bisa saya lakukan. Sulit bagi saya untuk berspekulasi.”

Bush mengaku tidak siap berperang ketika ia kembali menjabat sebagai presiden AS. “Saya pikir, saya tidak siap berperang. Dengan kata lain, saat kampanye saya tidak mengatakan ‘pilihlah saya, saya bisa mengatasi serangan-serangan’. Saya tidak mengantisipasi jika harus berperang,” ujar Bush.

Bush juga menyatakan penyesalannya atas krisis ekonomi dan banyaknya pemutusan hubungan kerja yang terjadi di AS.

Pengakuan Bush bahwa agen-agen intelijennya telah salah membuat kesimpulan tentang senjata pemusnah massal di Irak, sudah cukup menjadi bukti bahwa Bush telah melakukan pelanggaran kemanusiaan berat di Irak.

Karena akibat invasi AS di Irak, ratusan ribu rakyat Irak menjadi korban dan Negeri 1001 Malam itu jadi carut marut oleh berbagai aksi kekerasan dan pertikaian sektarian. AS bukan hanya harus menarik seluruh tentaranya dari Irak, tapi Bush juga harus dimintai pertanggung jawabannya atas pelanggaran HAM berat, jika perlu di hadapan mahkaman internasional. (Hanin Mazaya/prtv/eramuslim)

Polisi Juga Takut Mati?

361px-police_man_gansonsvg(Arrahmah.com) – Ismail Khan, adalah salah satu dari ratusan polisi Pakistan di lembah Swat yang baru-baru ini mengundurkan diri setelah menerima ancaman dari pejuang Taliban.

“Sekitar 400 polisi termasuk diriku telah keluar dari pos kami,” ujar Khan, 42, salah satu Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat.

Mujahidin pro-Taliban Tehrik Nifaz Muhammadi mengeluarkan satu peringatan untuk polisi-polisi lokal agar meninggalkan pos-pos mereka.

“Kami tidak ingin berperang melawan polisi-polisi loka, karena kalian adalah saudara kami,” salah satu hal yang disebarkan melalui pamphlet oleh Tehrik.

“Oleh karena itu, lebih baik keluar dari pekerjaan itu atau bersiap-siap untuk mendapatkan konsekuensi-konsekuensi mengerikan.”

Pamflet tersebut berisi nasehat untuk para polisi lokal dan mengatakan agar mengiklankan nama-nama mereka dalam surat kabar lokal jika mereka telah benar-benar berhenti dari pekerjaan tersebut.

Khan, dan ratusan polisi lainnya, awalnya menantang ancaman Taliban tersebut.  Tetapi Taliban tidak main-main dengan apa yang mereka katakana.  Konvoi-konvoi tentara dan polisi selalu menjadi sasaran empuk bom ranjau yang di buat Taliban, Karena itulah Khan akhirnya berubah pikiran.

“Kami merundingkan hal ini, dan akhirnya kami memutuskan untuk berhenti demi keamanan hidup kami,” ujar Khan.

Mereka telah menerbitkan satu iklan di surat kabar lokal yang memberitahu Taliban bahwa mereka telah keluar dari pekerjaan mereka.

Khan, Kepala Agen Kepolisian di Lembah Swat, tidak memiliki pilihan lain dan tetap mematuhi permintaan Taliban.

“Angkatan perang asing, meninggalkan tempat-tempat yang tidak aman dan membiarkan kami (polisi lokal) menjadi sasaran empuk di sana,” jelas Khan.

Sedikitnya 102 polisi lokal telah tewas dalam kurun waktu 10 bulan di wilayah Lembah Swat.

“Tadinya aku ingin bertahan karena para petinggi menawari kenaikan pangkat.  Tetapi, bagaimanapun, pangkat dan insentif tidak lebih berharga disbanding hidup,” lanjut Khan. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Trik Licik Amerika Menguasai Negara Islam

Eksistensi pasukan AS di Jazirah Arab (istilah mereka, kawasan Timur Tengah) saat ini bukanlah sebuah reaksi atas sebuah permasalahan tertentu, misalnya invasi Iraq ke Kuwait (1191 M), tragedi WTC (11 September 2001 M), atau menjatuhkan rezim diktator Saddam Husain, semata. Eksistensi pasukan AS di Jazirah Arab adalah sebuah strategi matang yang tidak bisa digugat lagi, sudah dirancang sejak beberapa dekade sebelumnya. Untuk mempertahankan eksistensinya di Jazirah Arab, AS siap memerangi seluruh negara kawasan tersebut. Bahkan, siap memerangi negara-negara Eropa sekutunya, jika mereka menghalangi kepentingan AS di kawasan ini.

Jazirah Arab adalah kunci untuk menguasai dunia. Siapa mengendalikan kawasan ini, ia akan menjadi pemimpin dunia. Negara-negara salib telah mengetahui urgensi jantung dunia Islam ini sejak sebelum ditemukannya minyak bumi di kawasan ini. Sejak lama, kawasan ini telah menjadi jantung rute transportasi dinamis dunia, dan titik pertemuan dari berbagai benua.

Sejak empat abad terdahulu, mereka telah berusaha menguasainya, mengingat urgensinya dari aspek keagamaan dan geografis. Portugal, kemudian Perancis dan terakhir Inggris telah berusaha menaklukkannya. Inggrislah yang beruntung dan berhasil menjadi penguasa penuh kawasan ini. Dengan ditemukannya minyak bumi di kawasan ini, Inggris menjadi negara penjajah terbesar dan terkuat di dunia pada masa itu.

Pasca perang dunia kedua, 1366 H / 1947 M, Inggris mulai melemah, merugi dan satu-persatu wilayah jajahannya memerdekakan diri. Meski demikian, Inggris tetap mempertahankan eksistensinya di kawasan ini. Bersamaan dengan melemahnya Inggris, AS sebagai sekutu Inggris mulai muncul sebagai pesaing yang bernafsu memainkan perannya di kawasan ini. AS benar-benar menggantikan posisi Inggris di Jazirah Arab, setelah Inggris pada tahun 1969 M (1389 H) mengumumkan penarikan mundur militernya sebagai akibat dari perang Arab-Israel tahun 1967 M (1387 H) dan penutupan terusan Suez pasca perang tersebut.

Mantan presiden AS, Richard M. Nixon dalam memoarnya menulis :

“Untuk pertama kalinya, eksistensi militer AS secara besar-besaran di kawasan ini terjadi pada pertengahan 1367 H/1948 M, melalui Truman Doctrine[1], yang memberi mandat pembentukan divisi pasukan khusus keenam, yang semula mengendalikan armada AL AS Keenam. Segera setelah keluarnya mandat itu, pesawat-pesawat tempur AS mulai mempergunakan pangkalan-pangkalan Libya, Turki dan Arab Saudi melalui perjanjian peminjaman dan penyewaan. Presiden Rosevelt telah memasukkan kerajaan Arab Saudi ke dalam undang-undang ini, sebagai bukti itikad baik AS kepada kerajaan Arab Saudi.”


[1] . Truman Doctrin : Kebijakan politik luar negeri presiden AS, Harry S. Truman untuk memberikan bantuan ekonomi dan militer ke Turki dan Yunani sebesar $ 400 juta, untuk membendung ancaman komunis. Kebijakan yang diajukan ke konggres pada tanggal 12 Maret 1947 M, dan disetujui ini, akhirnya menjadi alasan AS untuk mendukung setiap negara yang dianggap terancam oleh kekuatan komunis.